Lupa Matikan Lilin usai Pemadaman listrik, Rumah di Cirebon Terbakar saat Ditinggal Pemiliknya
Seli Andina Miranti June 11, 2026 01:11 PM

Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Eki Yulianto

TRIBUNJABAR.ID, CIREBON - Sebuah rumah yang ditinggal pemiliknya di Dusun Kliwon, Desa Ambit, Kecamatan Waled, Kabupaten Cirebon, mendadak dilalap si jago merah pada Kamis (11/6/2026) dini hari.

Kebakaran yang terjadi saat penghuni sedang berada di luar rumah itu diduga dipicu lilin yang lupa dimatikan setelah pemadaman listrik.

Peristiwa tersebut membuat warga sekitar panik.

Dalam video amatir yang beredar, kobaran api tampak melahap bagian atap rumah dan memancarkan cahaya terang di tengah gelapnya malam.

Baca juga: Kebakaran Truk Tangki Bermuatan 24 Ribu Solar dan Pertalite di Tol Cisumdawu Masih Didalami Polisi

Kepulan asap tebal membubung tinggi, sementara warga berlarian berusaha membantu proses pemadaman.

Suara kepanikan terdengar jelas dalam rekaman. 

Seorang warga bahkan berteriak meminta selang air sambil memperingatkan warga lain bahwa api sudah membesar.

"Wis parah, wis parah iku, wis separo iku!" teriak seorang warga yang terekam dalam video, menggambarkan besarnya kobaran api yang telah menghanguskan sebagian bangunan, seperti dikutip Tribun, Kamis (11/6/2026).

Kepala Bidang Kedaruratan Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kabupaten Cirebon, Eno Sudjana mengatakan, pihaknya menerima laporan kebakaran pada pukul 03.34 WIB dari Kepala Dusun Ambit, Reno.

"Menanggapi laporan tersebut, anggota beserta armada langsung melakukan persiapan untuk menuju lokasi," ujar Eno dalam keterangan tertulisnya, Kamis (11/6/2026).

Empat menit setelah laporan diterima, Regu 2 Damkar Sektor Cikuluk bergerak menuju lokasi.

Petugas tiba sekitar pukul 03.50 WIB dan langsung berkoordinasi dengan perangkat desa serta warga yang sebelumnya sudah berupaya memadamkan api menggunakan ember berisi air.

Baca juga: Kebakaran di Rancabali Bandung, Toko Agen Gas LPG dan Pom Mini Musnah Dilalap Api

Menurut hasil pendataan petugas, rumah milik Elsa Meliana itu dalam keadaan kosong ketika kebakaran terjadi.

Dugaan sementara, api berasal dari lilin yang masih menyala di dapur setelah terjadi mati listrik pada sore harinya.

"Menurut keterangan warga, pemilik rumah sedang berada di luar saat kebakaran terjadi. Diduga api berawal dari lilin yang masih menyala di ruangan dapur dan lupa dimatikan setelah sore hari terjadi mati lampu," ucapnya.

Api pertama kali diketahui oleh seorang tetangga yang hendak menyalakan penerangan di area halaman belakang rumah.

Melihat adanya kobaran api, warga langsung melapor kepada kepala dusun dan menghubungi pemilik rumah.

Dalam rekaman video yang dibagikan petugas, terlihat kobaran api terus menjalar di sepanjang atap bangunan.

Asap putih pekat keluar dari sela-sela atap yang mulai rusak akibat terbakar.

Suasana malam yang gelap membuat cahaya api tampak semakin mencolok dan menegangkan.

Setelah berjibaku selama beberapa waktu, petugas Damkar dari Sektor Cikuluk yang dibantu Regu 2 Sektor Ciledug akhirnya berhasil mengendalikan kobaran api. 

Proses pemadaman selesai pada pukul 04.25 WIB dan dilanjutkan dengan pendinginan hingga pukul 04.30 WIB.

Video lainnya memperlihatkan suasana di dalam rumah pascakebakaran. 

Dinding ruangan tampak menghitam akibat asap.

Seorang petugas pemadam dengan helm merah terlihat menyisir bagian kusen, plafon, dan sudut-sudut bangunan menggunakan senter untuk memastikan tidak ada bara api yang masih tersisa.

Baca juga: Satu Jam Berjibaku, Kebakaran Hebat di Pamugaran Lounge Kampung Turis Pangandaran Sukses Dipadamkan

"Setelah melakukan proses pendinginan selesai, komandan regu bersama anggota melakukan pengecekan menyeluruh untuk memastikan tidak ada lagi potensi kebakaran," jelas dia.

Akibat kebakaran tersebut, sejumlah barang berharga seperti kasur, televisi, lemari pakaian dan perabot rumah tangga lainnya hangus terbakar.

Luas area yang terdampak mencapai sekitar 72 meter persegi.

Meski tidak menimbulkan korban jiwa maupun luka-luka, kerugian akibat kebakaran tersebut diperkirakan mencapai sekitar Rp 80 juta.

Setelah kondisi dipastikan aman, seluruh personel kembali ke sektor masing-masing untuk melanjutkan kesiapsiagaan selama 24 jam guna mengantisipasi kemungkinan kejadian serupa.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.