Polda Bali Siapkan Pengamanan Pesta Kesenian Bali Termasuk Jika Dihadiri Presiden Prabowo
Aloisius H Manggol June 11, 2026 02:40 PM

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Polda Bali memastikan kesiapan penuh dalam mengamankan seluruh rangkaian Pesta Kesenian Bali (PKB) dari skema pengamanan, jumlah personel, hingga potensi rekayasa lalu lintas di sekitar lokasi acara akan ditentukan sepenuhnya berdasarkan hasil analisis dan perkiraan jaringan intelijen di lapangan.

Kabid Humas Polda Bali, Kombes Pol Ariasandy, menegaskan bahwa kepolisian akan melihat terlebih dahulu bagaimana hakikat ancaman yang ada untuk disesuaikan dengan jumlah petugas pengamanan. 

Pihaknya juga terus melakukan koordinasi intensif dengan panitia pelaksana agar seluruh tahapan pengamanan berjalan sinkron.

Baca juga: PESAN TEGAS! KLH dan Pemprov Wajibkan Warga Bali Pilah Sampah 100 Persen Mulai 1 Juli 

Menurutnya, Polri berkomitmen untuk selalu hadir dalam setiap kegiatan masyarakat, terutama yang berpotensi menimbulkan kemacetan atau gangguan keamanan dan ketertiban lainnya.

Terkait kepastian jumlah personel maupun kemungkinan adanya bantuan kendali operasi (BKO), Kombes Pol Ariasandy menjelaskan bahwa keputusan tersebut baru bisa diambil setelah mengantongi data perkiraan.

Baca juga: TRAGIS, Suami di Jembrana Nekat Ulah Pati Dihadapan Istri dan Anak, Terungkap Pemicunya

"Ya makanya kita lihat nanti di hakikat apa namanya, ancamannya ya. Dari hakikat itu kemudian dari perkiraan intelijen baru kita bisa tentukan jumlah pengamanannya, berapa orang itu kita turunkan, apakah kita perlu BKO atau tidak," kata Kombes Pol Ariasandy saat dijumpai Tribun Bali, pada Kamis 11 Juni 2026.


"Karena setiap pengamanan itu kan diawali oleh analisis intelijen dulu, kita lihat hakikat ancamannya seperti apa. Yang jelas pasti kita akan amankan setiap event kegiatan yang ada di Bali," ujarnya.


Ketika ditanya mengenai adanya evaluasi dari tahun lalu yang mungkin mengubah pola pengamanan tahun ini, Kombes Pol Ariasandy kembali menekankan pentingnya hasil pemetaan berkala. Polisi tidak ingin berspekulasi sebelum hasil analisis resmi keluar.


"Ya nanti kita lihat, kita lihat dari hasil analisis intelijen. Itu dari situ awalnya untuk kita menentukan berapa jumlah petugas yang diturunkan," ujar dia.


Dampak pelaksanaan PKB terhadap kelancaran arus lalu lintas di sekitar area publik juga menjadi perhatian utama kepolisian. Polda Bali tidak menampik adanya peluang pengalihan arus jika situasi di lapangan mulai krodit. 


Namun, langkah rekayasa tersebut tidak akan diambil secara gegabah, melainkan mengacu pada prediksi kemacetan yang disusun oleh tim intelijen.


"Termasuk itu, nanti dilihat. Kalau memang diprediksi akan terjadi kemacetan, mungkin akan ada rekayasa lalu lintas. Jadi semua berawal dari analisis intelijen atau perkiraan intelijen," jelas Kombes Pol Ariasandy.


Selain pengamanan reguler untuk masyarakat dan wisatawan, Polda Bali juga mengantisipasi kemungkinan hadirnya penonton VVIP, termasuk Presiden Republik Indonesia. 


Jika orang nomor satu di Indonesia tersebut dipastikan hadir membuka atau memantau jalannya Pesta Kesenian Bali, Polda Bali siap menjalankan prosedur pengamanan khusus berskala besar yang terintegrasi.


"Belum tahu ya, toh kalau beliau datang juga, ya tetap kita amankan. Intinya kalau Presiden datang kan berlaku Operasi Waskita ya, bersama dengan TNI," pungkasnya. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.