Hiswana Migas DIY Pastikan Tidak Ada SPBU Tutup gara-gara Kehabisan Pertalite
Joko Widiyarso June 11, 2026 04:03 PM

 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Kenaikan harga Pertamax dari Rp 12.300 menjadi Rp 16.250 per liter memicu migrasi konsumsi ke Pertalite.

Kendati demikian, Himpunan Wiraswasta Nasional Minyak dan Gas Bumi (Hiswana Migas) DIY memastikan tidak ada SPBU yang tutup operasional karena kehabisan Pertalite.

Ketua Hiswana Migas DIY, Aryanto Sukoco mengatakan berdasarkan pemantauan dan koordinasi di lingkungan SPBU DIY, stok Pertalite secara umum masih tersedia. Pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan normal.

"Sampai saat ini tidak ada laporan SPBU di wilayah DIY yang tutup operasional karena kehabisan Pertalite. Berdasarkan pemantauan dan koordinasi di lingkungan SPBU DIY, stok Pertalite secara umum masih tersedia dan pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan normal," katanya, Kamis (11/6/2026).

Pihaknya bersama Pertamina juga terus melakukan pemantauan kondisi stok di lapangan. Jika stok Pertalite di SPBU menipis, operator diminta untuk segera berkoordinasi agar dapat dilakukan penanganan dan percepatan penyaluran.

Di samping itu, Pertamina memprioritaskan pengiriman Pertalite bagi SPBU yang stok Pertalitenya menurun.

"Pertamina melalui fungsi terkait telah mengoordinasikan prioritas pengiriman Pertalite bagi SPBU yang stoknya menurun, termasuk melalui koordinasi dengan Depot Rewulu. Langkah ini dilakukan untuk memastikan pasokan tetap terjaga dan pelayanan kepada masyarakat tidak terganggu," ujarnya.

Ia pun memastikan distribusi Pertalite di DIY berjalan dengan baik untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.

Sebelumnya, Area Manager Communication, Relation, & CSR Pertamina Patra Regional Jawa Bagian Tengah, Taufiq Kurniawan mengatakan ketersediaan Pertalite di DIY saat ini 12 kali lipat dari konsumsi normal, Solar mencapai 20 kali lipat konsumsi normal, Pertamax mencapai 18 kali lipat konsumsi normal, dan Pertamina Dex sebesar 18 kali lipat konsumsi normal.

"Stok aman banget di Rewulu dan di SPBU," ungkapnya.

Untuk mengantisipasi antrean panjang di SPBU, pihaknya akan melakukan evaluasi berkala.

"Kita evaluasi berkala pasca-perubahan harga (Pertamax)," imbuhnya. (maw)
 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.