Selain itu juga sektor kesehatan berperan penting dalam sektor perdagangan. Seperti di dalamnya ada perdagangan sediaan farmasi, perdagangan besar alat kesehatan dan laboratorium...

Jakarta (ANTARA) - Badan Pusat Statistik (BPS) mengatakan jasa kesehatan mencatat pertumbuhan sebesar 7,62 persen year on year (yoy) yang menjadikannya sebagai satu dari sejumlah kontributor terbesar Produk Domestuk Bruto (PDB) setelah akomodasi, makan dan minum serta jasa lainnya, kemudian transportasi dan pergudangan.

Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti di Jakarta, Kamis, mengatakan hal yang menarik adalah sektor kesehatan bukan hanya berkontribusi pada jasa kesehatan di dalam PDB. Sektor kesehatan, katanya, juga berkontribusi dalam industri pengolahan, yang persentase distribusinya mencapai 19,07 persen yoy.

"Selain itu juga sektor kesehatan berperan penting dalam sektor perdagangan. Seperti di dalamnya ada perdagangan sediaan farmasi, perdagangan besar alat kesehatan dan laboratorium, perdagangan eceran kosmetik, perdagangan eceran alat optik dan lain-lain," kata Amalia dalam Sosialisasi Sensus Ekonomi SE 2026.

Perdagangan, katanya, memberikan kontribusi nasional sebesar 13,3 persen ke PDB atau tumbuh 6,26 persen yoy.

Sementara itu, katanya, jasa kesehatan, yang mencapai 7,62 persen tersebut, mencakup rumah sakit, puskesmas, klinik pemerintah dan swasta, praktek dokter mandiri ataupun perawatan dan pemulihan.

Amalia pun menjelaskan pentingnya Sensus Ekonomi 2026 dalam pengembangan sektor kesehatan nasional. Dia menjelaskan dengan sensus ini perubahan-perubahan aktivitas jasa kesehatan dapat dipetakan. Dengan demikian data yang akurat menjadi landasan regulasi yang tepat.

"Dulu yang tadinya kalau mau konsultasi dokter harus semua antri di klinik, sekarang konsultasinya bisa lewat aplikasi. Nah ini kan jenis kegiatan dan jasa kesehatan pun berubah," ucapnya.

Dia mengibaratkan Sensus Ekonomi 2026 sebagai Cek Kesehatan Gratis (CKG) bagi perekonomian nasional.

"Sensus Ekonomi ini pada dasarnya adalah general check up untuk ekonomi Indonesia, karena dengan sensus ekonomi ini kita bisa melihat kondisi terkini dari ekonomi Indonesia, melihat apakah nanti ada anomali-anomali atau gejala-gejala dini dari ekonomi Indonesia," katanya.

Dan dari hasil pengecekan tersebut, semua akan bisa tahu aktivitas ekonomi Indonesia yang terkini dan terlengkap, serta produksi dan nilai tambah yang tercipta dari sektor kesehatan, investasi, serta tingkat penyerapan tenaga kerja.

Oleh karena itu ia meminta dukungan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) serta pelaku usaha sektor kesehatan untuk menyukseskan Sensus Ekonomi 2026 dengan konsep Terima Petugas SE2026, Isi data dengan benar, dan Rahasia data terjaga (TIR).

Selain memastikan keamanan data, dia memastikan sensus tersebut dilakukan secara lengkap, dimana bukan hanya pelaku usaha yang punya bangunan saja yang terdata, melainkan juga aktivitas ekonomi di rumah tangga, misalnya dokter praktek mandiri, klinik kecil, atau klinik bersalin di tingkat rumah tangga.