Pansus Pengelolaan Sampah DPRD DKI Jakarta Tinjau RDF Rorotan, Temukan Hambatan Operasional
Rr Dewi Kartika H June 11, 2026 04:11 PM

TRIBUNJAKARTA.COM, JAKARTA - Panitia Khusus (Pansus) Pengelolaan Sampah DPRD DKI Jakarta melakukan peninjauan ke Refuse Derived Fuel (RDF) Rototan di Jakarta Utara pada Kamis (11/6/2026). 

Peninjauan dipimpin Ketua Pansus Judistira Hermawan dan Wakil Ketua Husen, serta dihadiri cukup banyak anggota dewan. 

Dalam peninjauan ini, Pansus DPRD DKI Jakarta mendapatkan pemaparan dari Unit Pengelola Sampah RDF Rorotan serta pihak operator. 

Selain mendapatkan pemaparan, anggota Pansus Pengelolaan Sampah juga sempat melihat langsung proses pengelolaan sampah di RDF Rorotan. 

Judistira mengatakan, peninjauan ini merupakan bagian dari proses kerja pansus untuk menggali data dan informasi terkait pengelolaan sampah di Jakarta. 

"Hari ini Pansus Pengelolaan Sampah dari DPRD DKI Jakarta hadir di RDF Rorotan, yang sebagaimana kita tahu bahwa ini adalah upaya dari Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk sampah yang jumlahnya kurang lebih 9.000 ton di Bantargebang selama ini kita kirimkan ke sana, bisa kita kurangi. Nah, maka hadirlah RDF Rorotan," kata Judistira. 

Dalam pelaksanaannya, operasional RDF Rorotan menghadapi berbagai hambatan sehingga belum dapat beroperasi secara optimal. 

"Ternyata dalam pelaksanaannya, eh ada hambatan-hambatan. Nah, tentu hari ini Pansus Pengelolaan Sampah hadir untuk mencari tahu apa sih kendalanya," ucap Judistira.

Judistira menyebut, RDF Rorotan memiliki tiga plan pengelolaan sampah. Masing-masing plan memiliki kapasitas pengelolaan mencapai 800 ton per hari. 

"Jika semua bisa beroperasi artinya dalam satu hari bisa mengolah sampah sebanyak 2.400 ton, tapi saat ini 

Berdasarkan hasil temuan Pansus, hambatan yang saat ini muncul yakni kendala eksternal mulai dari akses jalan untuk truk yang belum memadai. 

"Tadi catatannya adalah salah satunya eh infrastruktur. Karena masih sempit jalan menuju ke sana, yang perlu ditingkatkan," jelas dia.

Tak hanya itu, armada pengangkut sampah juga masih masih jadi kendala. RDF Rorotan sejak beroperasi mendapatkan penolakan dari warga sekitar. 

Warga mengeluh dampak bau tidak sedap yang ditimbulkan, hal ini terjadi akibat proses angkut sampah dari sumber menuju RDF Rorotan banyak air lindi yang berceceran. 

Untuk itu, truk sampah yang digunakan untuk mengangkut sampah menuju RDF Rorotan harus jenis bak terutup dan dipastikan air lindi tidak berceceran mencemari lingkungan. 

"Karena memang masyarakat agak keras, perlu kita pastikan dan kita juga jaminkan kepada masyarakat bahwa yang akan masuk ke sini adalah memang yang kompektor yang khusus, yang tidak menimbulkan bau dan sebagainya dan sebagainya," tegas dia. 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.