Soroti Interaksi Anak Sarwendah dan Giorgio Antonio, Komnas Anak: Jika Lewati Batas Akan Dilaporkan
Yurika NendriNovianingsih June 11, 2026 04:22 PM

Polemik antara Ruben Onsu dan Sarwendah terus berkembang dan kini menjadi sorotan publik.

Perselisihan yang awalnya berfokus pada akses pertemuan Ruben dengan anak-anaknya setelah perceraian, kini melebar ke berbagai isu lain, mulai dari pembagian aset hingga kedekatan anak-anak mereka dengan kekasih Sarwendah, Giorgio Antonio.

Belakangan, media sosial diramaikan oleh beredarnya sebuah video yang memperlihatkan salah satu anak Sarwendah sedang memijat Giorgio Antonio menggunakan kaki.

Cuplikan tersebut dengan cepat menyebar dan memicu beragam tanggapan dari warganet.

Tidak sedikit netizen yang menyoroti ekspresi sang anak dalam video tersebut.

Beberapa menilai raut wajah anak terlihat lelah dan kurang nyaman saat melakukan aktivitas itu. 

Kondisi tersebut kemudian memunculkan perdebatan di media sosial mengenai batasan interaksi antara anak dan pasangan baru orang tua.

Ramainya perbincangan publik rupanya turut menarik perhatian Ketua Umum Komnas Anak, Agustinus Sirait.

Menurutnya, perlu dilihat terlebih dahulu secara utuh konteks dari tayangan yang beredar sebelum mengambil kesimpulan terkait dugaan pelanggaran terhadap hak-hak anak.

Agustinus mengatakan pihaknya akan mencermati video yang menjadi perbincangan tersebut.

Ia menegaskan, apabila ditemukan adanya tindakan yang dianggap melampaui batas kewajaran dalam memperlakukan anak, maka langkah lebih lanjut bisa saja diambil.

"Nanti kita lihat tontonannya ya. Kalau itu sudah di luar dari batas kewajaran, tentu itu akan kita laporkan juga ya," ujar Agustinus Sirait, dikutip Tribunnews dalam YouTube Cumicumi, Kamis (11/6/2026). 

Ia menjelaskan bahwa dalam lingkungan keluarga, anak perlu mendapatkan pemahaman mengenai batasan-batasan tubuh yang tidak boleh disentuh sembarangan, termasuk oleh orang terdekat sekalipun.

"Yang tidak pantas kan, misalnya dalam keluarga itu, kita harusnya mengajarkan kepada anak mana yang boleh disentuh, mana yang tidak boleh disentuh. Bahkan dengan orang tua kandung pun," jelasnya. 

Lebih lanjut, Agustinus menyebut pendekatan yang dilakukan pihaknya tidak serta-merta langsung membawa persoalan ke ranah hukum.

Menurutnya, langkah awal yang biasanya dilakukan adalah memberikan peringatan apabila ditemukan hal yang dinilai kurang tepat.

"Mungkin kita akan peringatkan terlebih dahulu, baru mungkin kita laporkan," beber Agus. 

Ia juga menekankan pentingnya etika dalam berinteraksi dengan anak.

Baginya, setiap orang dewasa memiliki tanggung jawab untuk memastikan anak tetap merasa aman dan terlindungi dalam setiap situasi.

"Saya kira ada etika di situ, ya termasuk untuk melindungi anak-anak kita tentunya."

Dalam pandangannya, konsep body safety atau keamanan tubuh anak perlu menjadi perhatian utama.

Anak harus memahami bagian tubuh mana yang bersifat pribadi dan perlu dijaga, sementara orang dewasa juga harus menghormati batasan tersebut.

"Mana body safety ya. Misalnya bagian dada, bagian belakang ya. Nah, itu juga harus kita perhatikan," pungkasnya. 

Lita Gading Soroti Kedekatan Anak Sarwendah dengan Giorgio Antonio

Sebelumnya, psikolog Lita Gading juga turut mengomentari hal serupa. 

Melalui unggahan di Instagramnya, @litagading, Psikolog Klinis ini menyampaikan kekhawatirannya terkait tayangan yang memperlihatkan anak terlibat dalam aktivitas tersebut.

Menurut Lita, orang tua perlu lebih berhati-hati dalam menjaga batasan interaksi anak dengan orang dewasa yang bukan bagian dari keluarga inti.

"Plis Sarwendah, hati-hati sama anak perempuan, tolong dong ada batasannya," ujar Lita Gading, dikutip Tribunnews, Senin (8/6/2026). 

CEO dari Lita Gading Consultant ini juga menyoroti fakta bahwa momen tersebut ditampilkan di tengah aktivitas promosi yang berkaitan dengan konten media sosial.

"Jangan seperti itu, apalagi lagi mempromosikan endorsmentnya," katanya.

Lebih lanjut, Lita menilai tindakan tersebut berpotensi mengarah pada bentuk eksploitasi anak apabila dilakukan tanpa mempertimbangkan kenyamanan sang anak.

"Itu namanya mengeksploitasi anak hingga membuat anak gak nyaman nantinya," tandasnya.

Ia pun mengingatkan agar kepentingan komersial tidak mengesampingkan perlindungan dan kenyamanan anak.

"Tolong dong berfikir, hanya karena cuan kalian menghalalkan segala cara, apalagi anak kecil, tolonglah," pinta Lita. 

Lita juga menyinggung posisi Giorgio Antonio yang menurutnya saat ini belum memiliki hubungan keluarga secara resmi dengan anak tersebut.

"Dia sekarang masih bukan siapa-siapanya anak itu."

Dalam pandangannya, orang tua memiliki tanggung jawab untuk menentukan batasan yang jelas terkait hal-hal yang boleh maupun tidak boleh dilakukan oleh anak.

"Kita sebagai orang tua harus bisa membatasi mana yang boleh dan tidak dilakukan," ucapnya.

Psikolog tersebut kemudian mengungkapkan penilaiannya terhadap video yang viral di media sosial. Menurutnya, situasi yang terlihat dalam tayangan itu merupakan sesuatu yang tidak lazim.

"Menurut saya ini nggak lazim dan aneh, kok ada seorang ibu melakukan kebebasan seperti itu untuk anaknya," jelasnya.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.