20 Tahun Terisolasi, Warga Lok Nyiur Kini Nikmati Akses Jalan Di Era Samsul Rizal
Ratino Taufik June 11, 2026 05:52 PM

BANJARMASINPOST.CO.ID, BARABAI - Program pembangunan infrastruktur yang dijalankan Bupati Hulu Sungai Tengah (HST), Samsul Rizal, mulai dirasakan langsung masyarakat hingga ke wilayah yang selama ini sulit dijangkau. Kamis, (11/06/2026). 

Salah satu yang paling menonjol adalah terbukanya akses jalan menuju Dusun Lok Nyiur, Desa Pengambau Hilir Luar, Kecamatan Haruyan. Selama hampir 20 tahun, warga di kawasan tersebut harus melintasi wilayah Kabupaten Hulu Sungai Selatan untuk menjalankan berbagai aktivitas karena keterbatasan akses jalan.

Kini kondisi itu berubah setelah Pemerintah Kabupaten HST membangun akses jalan Lok Nyiur–Pudak yang menjadi jalur penghubung utama masyarakat.

Ketua RT 2 Pengambau Hilir Luar, Sudiani, mengaku pembangunan tersebut menjadi jawaban atas harapan warga yang selama bertahun-tahun menantikan perhatian pemerintah daerah.

"Terimakasih Pak Bupati Samsul Rizal atas atensi pembangunan di Lok Nyiur. Dulu kami harus melewati kabupaten tetangga untuk aktivitas ekonomi, mengangkut hasil pertanian, bahkan saat anak-anak berangkat ke sekolah. Sekarang akses masyarakat jauh lebih mudah," ujarnya.

Menurut Sudiani, keberadaan jalan tersebut tidak hanya memangkas waktu tempuh, tetapi juga memperlancar distribusi hasil pertanian yang menjadi sumber penghidupan utama warga.

AKSES Jalan yang telah dibangun selama kepemimpinan Bupati Samsul Rizal. 01
AKSES Jalan yang telah dibangun selama kepemimpinan Bupati Samsul Rizal.

Keberhasilan pembangunan infrastruktur juga dirasakan masyarakat di Kelurahan Barabai Darat, Kecamatan Barabai.

Warga setempat, Syamsuddin, mengatakan pembangunan jalan beton yang ditinggikan di kawasan Tri Kesuma memberikan manfaat besar bagi masyarakat yang selama ini kerap terdampak banjir.

"Karena kami tinggal di bantaran sungai, banjir memang sering terjadi. Tetapi dengan adanya jalan beton yang ditinggikan, masyarakat tetap bisa beraktivitas saat banjir datang," katanya.

Selain menjadi jalur alternatif ketika banjir, akses tersebut juga memperlancar mobilitas warga, termasuk pengangkutan hasil pertanian dan perjalanan pelajar menuju sekolah.

Berdasarkan Data Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) HST menunjukkan sepanjang 2025, pemerintah daerah di bawah kepemimpinan Bupati Samsul Rizal merealisasikan pemeliharaan jalan sepanjang 2.177 meter, peningkatan struktur jalan 30.889 meter, rekonstruksi dan rehabilitasi jalan 54.953 meter, serta pembangunan jalan baru sepanjang 2.485 meter.

Tak hanya jalan, pembangunan juga menyasar sektor jembatan dengan rehabilitasi sepanjang 319,8 meter, pembangunan jembatan baru 155 meter, pemeliharaan jembatan 262,85 meter, serta peningkatan dan pelebaran jembatan sepanjang 42 meter.

Kepala Dinas PUPR HST, Syahidin, mengatakan pembangunan infrastruktur terus menjadi prioritas karena berdampak langsung terhadap aktivitas ekonomi dan pelayanan masyarakat.

"Pembangunan jalan dan jembatan bukan hanya membangun fisik, tetapi membuka akses, memperlancar distribusi hasil pertanian, mendukung pendidikan, dan meningkatkan pelayanan kepada masyarakat. Karena itu pembangunan terus kami lakukan secara berkelanjutan," ujarnya.

Masifnya pembangunan infrastruktur tersebut menjadi salah satu capaian yang mulai dirasakan masyarakat di berbagai wilayah HST, mulai dari kawasan perkotaan hingga daerah yang sebelumnya tergolong terisolasi. Dengan semakin terbukanya akses jalan dan jembatan, aktivitas ekonomi, pendidikan, dan pelayanan masyarakat kini berjalan lebih lancar dibanding tahun-tahun sebelumnya. (Banjarmasinpost.co.id/Stanislaus sene)
 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.