Siapa Wigit Bagoes, Sebut Sony Sonjaya Sengaja Bikin Gaduh Elit Usai Sebut 26 Tokoh Berebut SPPG
Evan Saputra June 11, 2026 05:03 PM

BANGKAPOS.COM -- Wigit Bagoes Prabowo menyoroti soal Sony Sonjaya yang menyebut ada 26 tokoh berebut jatah SPPG.

Dia bahkan menuding Sony Sonajaya hanya membuat gaduh elit dan playing victim.

Menurut Ketua Umum relawan Prabowo tersebut Sony Sonjaya membongkar pihak-pihak bermain di program Makan Bergizi Gratis (MBG) sebagai sebuah manuver.

Diketahui setelah ditetapkan menjadi tersangka korupsi tata kelola MBG, Sony mengajukan diri sebagai justice collaborator (JC). 

Baca juga: Video: Iran Siap Terapkan Versi Perang Baru dan Hantam Pangkalan Militer AS

Melalui pengacaranya, Sony menyebut ada puluhan tokoh yang bermain-main di program MBG, termasuk memperebutkan jatah SPPG. 

Terkait hal ini, menurut Wigit, manuver Sony Sonjaya itu hanya ingin membuat gaduh elit.

"Sony Sonjaya sedang bermanuver untuk membuat gaduh elit, sehingga menyebut nama-nama yang memiliki afiliasi politik dan para petinggi negeri. Tujuannya jelas, dia seolah ingin menjadi korban (playing victim)," ujar Wigit dalam keterangannya kepada Tribunnews, Rabu (10/6/2026).

Ia meminta agar penegak hukum fokus terhadap penyelidikan pada substansi yang jauh lebih mendasar dan krusial mengenai transparansi perputaran serta aliran dana fantastis yang selama ini diduga kuat berputar di lingkaran tersebut.

 "Justru manuver ini yang harus diwaspadai oleh penegak hukum. Seharusnya Sony Sonjaya membuka siapa yang menyetor setiap hari ke para petinggi BGN ini, yang konon katanya nilainya miliaran. Yayasan di bawah ini yang harus diungkap, termasuk ke Sony," tegasnya.

Pihaknya juga mengkhawatirkan adanya strategi pengalihan isu (smokescreen) yang sengaja dilemparkan untuk mengaburkan fakta hukum yang sebenarnya.

Wigit memperingatkan dengan keras agar ketegangan politik yang timbul akibat umpan isu ini tidak menutup penyelidikan terhadap dana yang diduga mengalir ke pihak Sony dan kelompoknya.

"Jangan sampai umpan isu ini membuat gaduh politik, justru mengaburkan penerimaan miliaran rupiah yang diterima Sony dan kawan-kawan," tambahnya.

Wigit menegaskan bahwa polemik ini diharap tidak mengganggu komitmen Presiden Prabowo Subianto untuk menjalankan program dengan sistem yang baik.

"Selain itu, manuver ini berisiko mengaburkan momentum bagi Presiden untuk bersih-bersih dan berbenah BGN," ungkap Wigit.

Lantas seperti apa sosok Wigit Bagoes Prabowo? 

Sosok Wigit Bagoes

Wigit Bagoes Prabowo adalah seorang pengusaha. 

Selain menjadi Ketua Umum Rumah Keluarga Bersama (RKB)  dia juga perwakilan dari 98 Resolution Network.

Ia aktif memimpin berbagai gerakan sosial dan kampanye kemasyarakatan. 

Sebagai Ketua Umum RKB, Wigit pernah memimpin program kampanye "Sejuta Kebaikan" untuk mensosialisasikan visi dan program pasangan Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka kepada masyarakat. 

Dia juga aktif menginisiasi kegiatan bakti sosial dan gotong royong seperti pembagian ratusan paket sembako bertajuk "Warga Peduli Warga".

Sebelum,nya, Sony Sonjaya melalui kuasa hukumnya, Elza Syarief menyebut  ada 26 orang dari kalangan eksekutif, legislatif, hingga organisasi yang diduga ikut mengintervensi pelaksanaan program nasional tersebut.

Berdasarkan catatan digital yang dimiliki Sony, nama-nama tersebut diduga terlibat dalam upaya memperebutkan jatah lokasi Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur MBG.

Menurut Elza, nama-nama mereka ada dalam obrolan yang terekam di ponsel Sony.

Karena itu lah Elza mendesak Kejaksaan Agung untuk menjamin keamanan fisik dan data digital di dalam ponsel mantan Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) tersebut. 

Menurut Elza Syarief, ponsel itu menjadi barang bukti paling krusial yang disita oleh penyidik Kejaksaan Agung.

HP tersebut diyakini menyimpan seluruh rekam jejak digital komunikasi lobi-lobi proyek pendirian
dapur Makan Bergizi Gratis (MBG).

(Bangkapos.com/Trbunnews/Surya.co,id)

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.