Laporan Wartawan TribunJatim.com, Imam Nawawi
TRIBUNJATIM.COM, LUMAJANG - Gunung Semeru di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, tercatat mengalami 18 kali letusan dalam periode pengamatan pukul 06.00 hingga 12.00 WIB, Kamis (11/6/2026).
Berdasarkan data Pos Pengamatan Gunung Semeru, tinggi kolom letusan teramati berkisar antara 200 meter hingga 1 kilometer di atas puncak kawah dengan warna asap putih hingga kelabu.
Selain letusan, petugas juga mengamati hembusan asap berwarna putih dan kelabu dengan intensitas tipis hingga sedang setinggi 100 hingga 300 meter di atas puncak.
Aktivitas guguran material juga terpantau dengan jarak luncur sekitar 600 meter ke arah tenggara.
Menanggapi hal tersebut, Cik Ono Kepala Desa Penanggal Kecamatan Candipuro mengaku tidak tahu, mengenai erupsi gunung berapi tersebut.
"Tidak tahu saya," katanya melalui pesan singkat whatsapp.
Menurutnya, warga desa disekitar Gunung Semeru Lumajang juga masih beraktifitas seperti biasa, sebab memang tidak terjadi apapun di wilayah Kota Pisang sisi selatan.
Baca juga: Update Pendaki Terperosok ke Jurang Gunung Semeru, Evakuasi Terkendala Medan Terjal dan Kabut
"Biasa saja, tidak ada apa apa," kata Cik Ono.
Menanggapi hal tersebut, Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Lumajang Yudhi mengakui memang terjadi letusan gunung semeru, tetapi tidak menimbulkan bencana erupsi.
"Memang terjadi letusan, cuma secara ketinggian cuma sampai setengah kilometer, antara 500 meter sampai 600 meter," tanggapnya.
Yudhi menilai letusan kecil kecil Gunung berapi ini memang sering terjadi, hal seperti itu sudah biasa."Aktifitasnya seperti itu, tiap hari kayak gitu," ulasnya.
Namun, Yudhi mengaku telah menyiagakan perseonel BPBD di lokasi Semeru, sebagai langkah atisipasi jika ada kejadian tidak terduga.
"Siap siaga juga. Imbauan tetap agar warga tetap waspada terutama pekerja yang ada aliran lahar Semeru," tanggapnya.
Baca juga: Kabar Gembira, TNBTS Temukan Dua Spesies Anggrek Langka di Gunung Semeru