Lihat Kondisi Pilu Sarwendah Gegara Konflik Ruben Onsu, Felly Cherrybelle Sedih: Kenapa Diboikot
Murhan June 11, 2026 06:52 PM

BANJARMASINPOST.CO.ID - Kondisi pilu penyanyi Sarwendah imbas konflik dengan mantan suaminya, Ruben Onsu terungkap.

Diketahui, polemik ini bermula dari persoalan akses pertemuan dengan anak-anak kini meluas dan memicu berbagai reaksi di media sosial.

Namun, Sarwendah terus menerima kritik dan hujatan dari warganet. Sebagian netizen menyoroti sikapnya yang dianggap mempersulit Ruben Onsu bertemu anak-anak mereka.

Nah, polemik itu semakin memanas setelah beredar sejumlah cuplikan siaran langsung yang dinilai menyindir Ruben secara kasar.

Bukan hanya menjadi sasaran komentar negatif, Sarwendah juga menghadapi seruan boikot dari sejumlah pengguna media sosial.

Tekanan yang datang bertubi-tubi itu disebut mulai berdampak pada kondisi fisik dan mental ibu tiga anak tersebut.

Sahabat dekat Sarwendah sekaligus personel Cherrybelle, Felly Young, mengungkapkan bahwa kondisi sahabatnya itu cukup memprihatinkan.

Baca juga: Tindakan Komnas Anak Imbas Konflik Ruben Onsu dan Sarwendah Kian Memanas, Sentil Nasib Anak Efek Ego

Menurutnya, Sarwendah mengalami penurunan berat badan yang cukup signifikan di tengah derasnya sorotan publik.

Felly mengatakan bahwa dirinya terus mengingatkan Sarwendah agar tidak mengabaikan kesehatan di tengah berbagai persoalan yang sedang dihadapi.

"Dia kan udah turun 3 kilo ya. Aku cuma kasih pesan, jangan sampai lupa ngurus diri, sakit, yang lain jadi enggak keurus," ujar Felly, dikutip Tribunnews dalam YouTube InsertLive, Kamis (11/6/2026). 

Menurut Felly, Sarwendah masih memiliki banyak tanggung jawab yang harus dijalankan, baik sebagai ibu maupun anak.

"Kan dia masih ada anak-anaknya juga, ada mamahnya juga yang harus diurus."

Ia juga mengungkapkan bahwa kondisi keluarga Sarwendah saat ini sedang tidak mudah karena sang ibu baru saja menjalani perawatan di rumah sakit.

"Kemarin baru masuk rumah sakit mamahnya."

Melihat sahabatnya berada dalam situasi tersebut, Felly mengaku ikut merasakan kesedihan.

"Ya sedihlah," jelas Felly. 

Di sisi lain, Felly juga menyoroti munculnya seruan boikot terhadap Sarwendah.

Menurutnya, persoalan yang terjadi antara Sarwendah dan Ruben Onsu seharusnya dapat diselesaikan melalui komunikasi yang baik tanpa harus berkembang menjadi gelombang penolakan dari publik.

Felly menduga akar persoalan yang terjadi lebih banyak berkaitan dengan komunikasi antara kedua belah pihak.

"Masalahnya mungkin ke komunikasinya (Ruben Onsu) aja kali ya. Mungkin kalau udah ketemu, saling ngomong, mungkin masalahnya bisa cepat selesai."

Karena itu, ia mengaku tidak memahami alasan di balik seruan boikot yang ditujukan kepada sahabatnya tersebut.

"Emang dia ngapain ya itu sampai diboikot?," heran Felly. 

Menurut Felly, masyarakat sebaiknya melihat persoalan ini secara lebih proporsional dan tidak terburu-buru memberikan penilaian.

"Iya kan, maksudnya apakah dia berbuat sesuatu yang merugikan negara gitu? Maksudnya mungkin bisa lebih bijak aja sih," pungkasnya. 

Pilih Pasang Badan untuk Sarwendah

Di saat banyak pihak memilih berkomentar di ruang publik, Felly Young lebih memilih memberikan dukungan dengan caranya sendiri.

Felly mengaku tidak ingin terlalu jauh mencampuri persoalan yang sedang terjadi, namun tetap berusaha hadir untuk memberikan semangat kepada sahabatnya tersebut.

Felly mengatakan bahwa fokus utamanya saat ini adalah memberikan dukungan moral kepada Sarwendah.

"Kalau aku kasih support aja sih," ujar Felly Young. 

Menurutnya, keterlibatan terlalu jauh dalam perdebatan yang terjadi di media sosial justru berpotensi menimbulkan kesalahpahaman baru.

"Maksudnya enggak mau terlalu ikut campur juga karena takutnya kalau nimbrung-nimbrung di medsos."

Felly menyadari bahwa setiap komentar yang disampaikan di tengah situasi sensitif dapat ditafsirkan berbeda oleh publik.

"Takutnya kayak salah ngomong, penyampaiannya kurang atau ditanggapinya kurang baik gitu."

Karena itu, ia memilih memberikan dukungan secara pribadi dibandingkan ikut terlibat dalam perdebatan yang berkembang di dunia maya.

"Jadi lebih support lewat telepon, ajak ketemu gitu," beber Felly. 

Selain memberikan semangat, Felly juga berusaha menjadi tempat bercerita bagi Sarwendah di tengah berbagai tekanan yang sedang dihadapinya.

"Terus dengerin aja keluh kesahnya Sarwendah gimana ya," pungkasnya. 

Kata Komnas Anak

Komisi Nasional Perlindungan Anak (Komnas Anak) akhirnya ikut menyoroti perseteruan presenter Ruben Onsu dengan mantan istrinya Sarwendah yang kini memanas.

Pihak Komnas Anak menyoroti ego orangtua yang berimbas pada nasib anak-anak.

Memang, konflik Ruben Onsu dan Sarwendah mencuat berawal dari sang ayah yang merasa dipersulit bertemu anak oleh sang ibu.

Sementara, sesuai kesepakatan setelah bercerai, Ruben diberi kesempatan bertemu kedua putrinya tiga kali dalam seminggu.

Namun Ruben malah dipersulit bertemu anak hingga sengaja berhenti memberikan nafkah Rp225 juta sejak enam bulan terakhir.

Masalah pun semakin melebar usai Sarwendah mengungkit persoalan nafkah hingga menuding Ruben Onsu lepas dari tanggung jawabnya.

Ketua Umum Komnas Anak, Agustinus Sirait, turut menyayangkan adanya perseteruan tersebut hingga melibatkan anak dan menjadi konsumsi publik.

Banyak kasus serupa, Agustinus menyebut para orang tua sering kali tanpa sadar menempatkan anak sebagai korban atas perceraiannya.

"Seringkali orang tua tanpa sadar ya menempatkan anak sebagai korban," ujar Agustinus, dikutip dari YouTube Reyben Entertainment, Kamis (11/6/2026).

Agustinus menilai kini banyak orang tua yang akhirnya menghiraukan dampak perceraiannya terhadap anak.

Padahal seharusnya, lanjut Agustinus, kepentingan anak menjadi fokus utama dari orang tua.

"Jadi seringkali akibat perceraian itu, orang tua merasa bahwa anak ini hanya sampingan aja padahal seharusnya yang paling dipikirkan adalah bagaimana anak-anaknya," tuturnya.

Melihat kasus Ruben dan Sarwendah, Agustinus secara tegas meminta keduanya untuk sama-sama menurunkan ego.

Dirinya ingin keduanya memikirkan kepentingan anak demi masa depan.

"Ego orang tua dikedepankan, ya seharusnya yang dikedepankan adalah kepentingan terbaik untuk anak," ucapnya.

Agustinus juga mengingatkan bahwa orang tua harus menebus kesalahannya atas perceraian, dengan menjadi sosok figur yang baik untuk anak.

"Orang tua kan sudah pernah gagal ya untuk menjadi pasangan suami istri. Seharusnya untuk menebus rasa berdosanya kepada anaknya, dia harus menjadi orang tua yang layak untuk anak."

"Artinya buang semua ego-ego suami istri, mantan suami istri, tapi utamakan kepentingan terbaik anak," ujarnya.

(Banjarmasinpost.co.id/Tribunnews.com)

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.