Terungkap Penyebab Padamnya LPJU Barong Tongkok–Melak, Kabel Sepanjang 3 Km Digondol Maling
Nur Pratama June 11, 2026 08:12 PM

 

TRIBUNKALTIM.CO, SENDAWAR – Misteri padamnya Lampu Penerangan Jalan Umum (LPJU) di ruas jalan poros Barong Tongkok–Melak akhirnya terungkap. Kabel jaringan LPJU sepanjang sekitar tiga kilometer ternyata dicuri oleh oknum masyarakat.

Padamnya lampu penerangan di jalur utama penghubung Kecamatan Barong Tongkok dan Melak itu telah lama dikeluhkan warga.

Kondisi jalan yang gelap pada malam hari dinilai membahayakan pengguna jalan dan meningkatkan risiko kecelakaan lalu lintas.

Selain itu, warga juga mengaku cemas saat melintas karena sebagian ruas jalan berada di kawasan yang sepi dengan minim penerangan.

Baca juga: Penggeledahan Kantor BPBD Kubar, Polisi Sebut Ada Indikasi Kerugian Negara

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kutai Barat, Rita Nursandy, mengatakan pelaku pencurian telah berhasil diamankan aparat kepolisian. Namun, aksi tersebut mengakibatkan sejumlah titik LPJU tidak dapat berfungsi.

"Kabelnya dicuri dan pelakunya sudah ketemu. Jadi sebenarnya lampunya masih bisa berfungsi, tetapi karena kabelnya hilang, lampunya tidak menyala," ujar Rita saat ditemui di ruang kerjanya, Kamis (11/6/2026).

Menurut Rita, ruas yang paling terdampak berada di jalur turunan Bandara Melalan hingga kawasan Kampung Karang Rejo. Selain itu, LPJU di wilayah Ngenyan juga mengalami kondisi serupa.
"Kurang lebih ada tiga kilometer jaringan yang mati. Kabelnya dicuri semua," katanya.

Rita menyayangkan masih rendahnya kesadaran sebagian masyarakat terhadap fasilitas umum yang dibangun pemerintah untuk kepentingan bersama.

"Ketika ada nilai ekonomisnya, diambil. Padahal itu untuk kepentingan orang banyak dan mendukung keselamatan pengguna jalan," ungkapnya.

Ia menjelaskan, Dishub Kubar sempat mengira padamnya LPJU disebabkan gangguan teknis pada jaringan listrik. Namun setelah dilakukan pengecekan lapangan, ditemukan fakta bahwa kabel jaringan telah dipotong dan dicuri.

"Awalnya kami kira hanya gangguan atau jaringan listrik yang bermasalah. Setelah tim turun ke lapangan ternyata kabelnya memang sudah terpotong dan hilang," jelasnya.

Meski demikian, Dishub Kutai Barat telah menganggarkan penggantian jaringan yang rusak pada tahun ini.

Pemerintah daerah berharap proses perbaikan dapat segera dilakukan agar lampu penerangan kembali berfungsi dan memberikan rasa aman bagi masyarakat.

"Kami sudah menganggarkan. Mudah-mudahan dalam waktu yang tidak terlalu lama lampu-lampu tersebut bisa kembali menyala," tutup Rita. (*)

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.