Tribunlampung.co.id, Pesawaran – Perairan Kabupaten Pesawaran dinilai memiliki potensi perikanan yang besar karena karakteristik lautnya yang relatif teduh dibandingkan wilayah perairan terbuka.
Baca Juga: Nelayan Pesawaran Keluhkan Akses BBM hingga Rusaknya Ruang Tangkap
Namun, nelayan mengingatkan potensi tersebut terancam menurun akibat kerusakan terumbu karang dan lemahnya pengawasan aktivitas penangkapan ikan.
Mawardi, nelayan asal Kecamatan Teluk Pandan mengatakan, perairan Pesawaran menjadi lokasi berkumpulnya berbagai jenis ikan, terutama saat musim angin barat.
Kondisi itu membuat hasil tangkapan nelayan di wilayah tersebut cukup melimpah dibandingkan daerah lain.
"Potensi ikan di sini sebenarnya sangat besar karena lautnya teduh. Saat angin barat, banyak ikan masuk ke wilayah perairan Pesawaran," kata Mawardi kepada Tribun Lampung, Kamis (11/6/2026).
Menurutnya, kondisi tersebut juga menarik kapal-kapal dengan alat tangkap berukuran besar untuk beroperasi di wilayah pesisir.
Akibatnya, sejumlah ekosistem laut yang menjadi habitat ikan mengalami kerusakan.
Mawardi menuturkan terumbu karang di beberapa kawasan pesisir mengalami kerusakan akibat aktivitas penangkapan yang tidak ramah lingkungan.
Selain itu, rumpon tradisional yang dibuat nelayan kecil juga kerap rusak akibat terseret alat tangkap tertentu.
“Terumbu karang banyak yang rusak dan rumpon nelayan sering hancur. Padahal itu menjadi tempat ikan berkembang dan sumber penghidupan nelayan kecil,” ujarnya.
Ia menilai keberadaan aturan mengenai zonasi penangkapan ikan dan penggunaan alat tangkap sebenarnya sudah cukup jelas.
Namun, pengawasan di lapangan perlu diperkuat agar kerusakan sumber daya laut tidak terus berlanjut.
Menurut Mawardi, menjaga ekosistem laut menjadi hal penting untuk mempertahankan produktivitas perikanan di Pesawaran.
Jika kerusakan lingkungan terus terjadi, potensi perikanan yang selama ini menjadi andalan masyarakat pesisir dikhawatirkan akan menurun.
“Kami ingin laut tetap terjaga karena itu sumber kehidupan nelayan. Kalau terumbu karang rusak dan ruang tangkap terganggu, yang rugi bukan hanya nelayan sekarang, tetapi juga generasi berikutnya,” katanya.
Mawardi berharap pemerintah daerah dan instansi terkait dapat meningkatkan pengawasan terhadap aktivitas penangkapan ikan serta memperkuat upaya perlindungan ekosistem pesisir guna menjaga keberlanjutan sektor perikanan di Kabupaten Pesawaran.
(Tribunlampung.co.id/ Oky Indrajaya)