Buaya Muara Nongol di Dua Desa Kabupaten Banyuasin Sumsel, Masyarakat Waswas
Refly Permana June 11, 2026 05:27 PM

 

SRIPOKU.COM, BANYUASIN - Warga yang ada di Desa Muara Telang dan Desa Muara Telang Marga, Kecamatan Sumber Marga Telang, Kabupaten Banyuasin, Provinsi Sumatra Selatan (Sumsel) dihebohkan dengan kemunculan seekor buaya muara yang ukurannya terbilang besar.

Buaya muara ini muncul di perairan yang ada di dua desa ini hingga membuat warga menjadi waswas. 

Munculnya buaya yang berukuran cukup besar ini langsung direkam warga dan dilaporkan ke pemerintah desa masing-masing. Dari pemerintah desa, langsung dilaporkan ke Camat Sumber Marga Telang.

Plt Camat Sumber Marga Telang Putera Samudera menuturkan, kemunculan buaya muara yang ukurannnya cukup besar ini terjadi pada hari Selasa (9/6/2026) kemarin.

Baca juga: Buaya Muncul 3 Hari Berturut-turut di Sungai Sembadak Ogan Ilir, Warga tak Berani Mandi & Cari Ikan

Munculnya buaya muara ini, mambmembuatyarakat di dua desa merasa resah karena sungai tersebut menjadi salah satu akses transportasi.

"Saya sudah melaporkan ini juga kepada Pak Bupati, Ibu Wakil Bupati, Pak Sekda. Selain itu, berkoordinasi dengan BKSDA, namun dari pihak BKSDA mengatakan bila terkait hewan reptil diarahkan untuk melaporkan ke Kepala Lokasi Pengelolaan Kelautan Pekanbaru. Jadi saya sudah mengirim surat ke Kepala Lokasi Kelautan di Pekanbaru," katanya saat dikonfirmasi Sripoku.com, Kamis (11/6/2026).

Kemunculan buaya muara yang berukuran besar ini, lanjut Putera Samudra, membuat warga menjadi resah. 

Karena di sungai Desa Muara Telang dan Muara Telang Marga, Kecamatan Sumber Marga ini, jalur transportasi utama  masyarakat dalam melaksanakan aktivitas sehari-hari.

"Mau pergi bekerja, berkebun, mencari  ikan, serta kegiatan sosial dan ekonomi lainnya termasuk anak-anak pergi sekolah melalui sungai ini. Kemunculan buaya ini, pasti menimbulkan keresahan bagi masyarakat karena dikhawatirkan dapat  membahayakan keselamatan masyarakat," ungkapnya.

Baca juga: Buaya Berjemur di Sungai Komering, Ketua Lembaga Adat OKU Timur: Teguran untuk Kita

Lanjutnya, mengingat potensi risiko yang dapat ditimbulkan karena buaya yang muncul di sungai, sehingga dianggap perlu adanya penanganan dan langkah-langkah mitigasi dari instansi yang berwenang terutama pihak Pengelolaan Kelautan Pekanbaru.

"Sejauh ini, kami hanya  memberikan imbauan untuk selalu waspada ketika berada di sungai aatauketika ke sungai, Karena, sampai sekarang kami masih menunggu konfirmasi dari Pengelolaan Kelautan Pekanbaru untuk langkah yang harus diambil," pungkasnya.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.