SRIPOKU.COM, LUBUKLINGGAU - RS, seorang murid sekolah dasar (SD) korban perundungan di Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara), Sumatra Selatan (Sumsel) mengeluh sering pusing dan telinga berdengung.
Kini, warga Desa Sungai Lanang, Kecamatan Rawas Ulu, Kabupaten Muratara ini menjalani pengobatan di rumah sakit.
Kakak korban mengungkapkan, semenjak adiknya menjadi korban perundungan, sering mengeluh sakit kepala dan telinganya sering berdengung.
"Keluhan kepalanya sering sakit dan telinga sering berdengung," kata kakak korban saat dihubungi Sripoku.com, Kamis (11/6/2026).
Baca juga: Viral Pelajar SD di Muratara Jadi Korban Perundungan dan Penganiayaan Siswa SMP, Polisi Datangi TKP
Karena mengeluh sakit, oleh kakak ipar korban berdasarkan rujukan dari Puskesmas, korban menjalani pemeriksaan lengkap di RSUD Rupit.
"Tadi sudah dibawa suami ke rumah sakit untuk berobat pemeriksaan lengkap dan CT scan kepala," ungkapnya.
Kakak korban menyampaikan, meski belum melapor, pihak kepolisian dari sektor Rawas Ulu sudah menghubungi pihak keluarga.
"Kemarin sudah dihubungi pihak Polsek Ulu Rawas, karena korban ini fokus untuk berobat dulu," ungkapnya.
Ia berharap sengaja tidak menuntut ke jalur hukum, karena pihak keluarga ingin diselesaikan dengan cara baik-baik.
"Fokus keluarga sekarang berharap adik kami sehat seperti sediakala, takutnya karena bila sudah damai ada apa-apa para pelaku itu tidak mau tanggung jawab lagi," ungkapnya.
Baca juga: Cerita Juwita, Dari Pelaku Perundungan Hingga jadi Founder Gerakaan Anti Kekerasan Sumsel
RS dipukuli oleh teman-temannya bertubi-tubi hingga terjatuh. Mirisnya saat dikeroyok oleh teman-temannya itu malah direkam sembari tertawa-tawa.
Hasil penelusuran lapangan, peristiwa tersebut diketahui terjadi pada Selasa, 2 Juni 2026 lalu sekira pukul 14.30 WIB siang, di Dusun I, Desa Sungai Lanang, tepatnya di lingkungan sekitar sekolah.
Kapolsek Rawas Ulu Polres Muratara, Iptu Hari Soeharto membenarkan adanya peristiwa perundungan tersebut pihaknya telah melakukan pengecekan di lapangan.
"Kejadiannya itu di luar jam sekolah, mereka belum melapor semalam dimediasi oleh kades. Meskipun sudah dimediasi akan kami datangi kami lakukan pembinaan dulu karena belum ada yang melapor," ungkapnya.
Dia mengungkapkan antara korban dan pelaku merupakan satu dusun dan teman sepermainan sehari-hari.
"Kejadiannya siang saat mereka pulang sekolah di luar sekolah, korban merupakan anak SD," ujarnya.