TRIBUNMATARAMAN.COM, TULUNGAGUNG - UPT Pengelolaan Pendapatan Daerah (PPD), Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Jawa Timur menggelar razia pajak kendaraan, Kamis (11/6/2026) di Jalan Supriadi.
Razia ini dilakukan bersama Satlantas Polres Tulungagung dan Jasa Raharja.
Sasarannya adalah wajib pajak yang belum membayar pajak kendaraan bermotor.
Petugas kepolisian mengarahkan pengemudi sepeda motor masuk ke kawasan Nirwana Plasa. Lalu petugas gabungan memeriksa status pajak kendaraan.
Baca juga: Waspadai Investasi Ilegal, OJK Kediri Intensifkan Literasi Keuangan ke Pelajar hingga UMKM
“Ini kegiatan rutin berupa operasi simpatik. Kami mengingatkan wajib pajak,” ujar Kasi Pembayaran dan Penagihan UPT PPD Tulungagung, Bapenda Jawa Timur, Joko Wicaksono.
Mereka yang kedapatan pajak kendaraannya belum dibayar, diarahkan ke mobil pelayanan Kantor Bersama Samsat.
Pemilik kendaraan bisa langsung membayar di tempat dibantu petugas.
Menurut Joko, ada sekitar 20 sepeda motor yang kedapatan belum membayar pajak tahunan.
“Ketaatan warga Tulungagung cukup tinggi. Ada 10 orang yang langsung membayar pajak di tempat,” ungkapnya.
Sebenarnya ada sekitar 10 sepeda motor yang belum membayar pajak, namun pemiliknya tidak bisa membayar di lokasi.
Mereka rata-rata mengaku dalam perjalanan dan tidak membawa uang, atau membawa uang namun jumlahnya kurang.
Temuan petugas, keterlambatan membayar pajak kendaraan ini mayoritas 1 tahun, hanya ada 2 kendaraan yang menunggak pajak selama 2 tahun.
“Rata-rata telat bayar pajak saat belum waktunya ganti plat nomor polisi, sehingga bisa kami layani di lokasi,” sambung Joko.
Kepala Urusan Administrasi dan Tata Usaha (Kaur Mintu), Satlantas Polres Tulungagung, Ipda Kikis Agung Dwi Husodo, mengatakan ada 2 pemotor yang ditilang manual.
Tilang dilakukan karena pelanggaran kasat mata dan risiko fatalitas.
Satu pengendara kedapatan tidak mengenakan helm, dan satu pengendara diketahui masih di bawah umur.
“Karena pelanggarannya berpotensi menimbulkan fatalitas saat terjadi kecelakaan, maka kami tilang. Untuk yang anak-anak, STNK kendaraan kami sita,” ujarnya.
(David Yohanes/TribunMataraman.com)