SURYA.CO.ID TUBAN Dewan Pengurus Pusat (DPP) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) resmi menetapkan Khozanah Hidayati sebagai Ketua DPC PKB Kabupaten Tuban periode 2026–2031, dalam keputusan yang disampaikan melalui rapat daring di Kantor DPC PKB Tuban, Kamis (11/6/2026), sekaligus menandai sejarah baru kepemimpinan perempuan di tubuh partai tingkat daerah.
Penunjukan Khozanah tidak terjadi tanpa dinamika, sebab ia bersaing dengan enam kandidat lain, termasuk Ketua sebelumnya Miyadi, Sekretaris DPC PKB Tuban Mirza Ali Manshur, serta sejumlah kader dan anggota legislatif baik di tingkat kabupaten maupun provinsi.
Keputusan DPP tersebut dibacakan dalam forum resmi yang dihadiri jajaran pengurus PKB Tuban secara virtual.
Khozanah yang saat ini menjabat Sekretaris Perempuan Bangsa DPC PKB Tuban mengaku terkejut atas amanah yang diberikan kepadanya. Ia bahkan menyebut tidak memiliki firasat apa pun sebelum pengumuman dilakukan.
Baca juga: Resmi Pimpin PKB Gresik, Syahrul Munir Siap Perkuat Mesin Partai Hingga Akar Rumput
“Pas disampaikan tadi, sebelumnya saya tidak tahu dan tidak punya firasat apa pun. Saya tidak tahu apakah harus mengucapkan Innalillahi atau Alhamdulillah. Saya bingung,” ujarnya.
Mantan calon Bupati Tuban pada Pilkada 2020 itu menegaskan langkah awal yang akan dilakukan adalah menyusun struktur kepengurusan baru. Proses tersebut masih dalam tahap pembahasan dan akan segera dirampungkan sebelum pelantikan resmi.
“Belum terpikirkan. Saat ini masih dalam proses pembentukan struktur. Karena sebenarnya saya ini orang lama di DPC, tetapi saya harus memahami dulu kader-kader yang bisa membantu menggerakkan organisasi ke depan,” jelasnya.
Ia menargetkan pembentukan struktur selesai pada pertengahan hingga akhir Juni 2026, sebelum pelantikan yang direncanakan berlangsung pada Juli mendatang.
“Sebelum pelantikan, mungkin pertengahan atau akhir Juni kita sudah menyelesaikan pembentukan struktur. Insya Allah bulan Juli sudah pelantikan,” katanya.
Baca juga: Anas Burhani Pimpin PKB Jombang, Gaspol Regenerasi dan Target Besar
Khozanah menegaskan bahwa kepemimpinan barunya harus menjadi ruang konsolidasi seluruh kader tanpa terkecuali. Ia menilai pengalaman para kader senior sangat penting untuk memperkuat organisasi ke depan.
“Pesan saya, PKB tetap solid ke depannya. Kita berjuang bersama-sama,” tegasnya.
Sementara itu, Ketua DPC PKB Tuban sebelumnya, Miyadi, menyatakan menerima keputusan DPP PKB dan siap mendukung penuh kepemimpinan baru tersebut. Ia menegaskan bahwa proses penetapan merupakan bagian dari mekanisme partai dalam rangka konsolidasi organisasi.
“Saya secara pribadi tidak ada persoalan. Saya ini kader NU dan kader PKB sejak berdirinya PKB tahun 1998,” ujarnya.
Ia juga memastikan tetap siap berkontribusi apabila masih dibutuhkan dalam struktur kepengurusan mendatang, serta menilai regenerasi ini sebagai bagian dari upaya penguatan partai ke depan.
“Persoalan kalah dan menang saya tidak ada persoalan. Saya sudah mempersiapkan diri. Penentuan semacam ini sudah menjadi kewenangan DPP dan dilakukan dalam rangka konsolidasi serta perbaikan PKB ke depan,” pungkasnya.