Budi Gunadi dan Chatib Basri Bantah Isu Gantikan Menkeu, Sebut Tak Ada Pembahasan Reshuffle
Rusaidah June 11, 2026 06:23 PM

POSBELITUNG.CO -- Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin dan Ekonom senior Chatib Basri angkat bicara terkait beredarnya isu yang menyebut keduanya berpeluang mengisi posisi Menteri Keuangan menggantikan Purbaya Yudhi Sadewa.

Keduanya secara tegas membantah kabar tersebut setelah menghadiri agenda di Istana Kepresidenan Jakarta pada Selasa (9/6/2026).

Meski sama-sama berada di kompleks Istana pada hari yang sama, Chatib Basri dan Budi Gunadi Sadikin tidak berada dalam satu forum pertemuan dengan Presiden Prabowo Subianto.

Keduanya datang dalam waktu berbeda dan membahas agenda yang juga tidak berkaitan satu sama lain.

Baca juga: Pesan SBY Untuk Pemerintah di Tengah Naiknya Harga BBM: Lindungi Rakyat yang Terdampak

Chatib Basri tercatat tiba lebih dahulu di Istana sekitar pukul 15.35 WIB melalui pintu pilar Jalan Veteran, Jakarta.

Ia hadir bersama Ketua dan anggota Dewan Ekonomi Nasional (DEN) untuk membahas perkembangan serta kondisi ekonomi terkini.

Sementara itu, Budi Gunadi Sadikin datang kemudian pada pukul 17.03 WIB melalui jalur yang sama.

Kedatangannya tidak berkaitan dengan forum ekonomi, melainkan agenda terpisah sebagai Menteri Kesehatan.

Usai pertemuan dengan Presiden Prabowo, Chatib Basri menegaskan bahwa dalam agenda bersama DEN tidak ada kehadiran Budi Gunadi Sadikin maupun pembahasan terkait perubahan kabinet.

Menurutnya, seluruh diskusi yang dilakukan murni berfokus pada kondisi perekonomian nasional saat ini.

"Pak Menkes? Oh nggak ada. Saya sama DEN aja," kata Chatib Basri setelah bertemu Presiden Prabowo di Istana Kepresidenan Jakarta.

Ia juga dengan tegas membantah isu yang menyebut dirinya ditawari posisi Menteri Keuangan oleh Presiden.

"Nggak ada, masa,” kata Chatib Basri.

Lebih lanjut, mantan Menteri Keuangan era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) itu menegaskan bahwa tidak ada pembahasan politik kabinet dalam pertemuan tersebut.

Menurutnya, diskusi sepenuhnya berfokus pada situasi ekonomi nasional yang sedang berkembang.

“Ini kita bahas soal ekonomi kok," ujar Chatib Basri.

Budi Gunadi Sadikin: Tidak Ada Bahas Reshuffle

Di sisi lain, Budi Gunadi Sadikin juga membantah keras isu yang mengaitkan dirinya dengan kursi Menteri Keuangan.

Ia menegaskan bahwa pertemuan dengan Presiden Prabowo tidak membahas pergantian jabatan apapun.

Budi menjelaskan bahwa agenda pertemuannya lebih kepada rencana kegiatan peresmian rumah sakit di Lampung yang dijadwalkan berlangsung pada 10 Juni 2026.

“Besok diajak ke Krui, Lampung Barat, mau ikut nggak? Resmikan rumah sakit,” kata Budi Gunadi usai bertemu Presiden Prabowo Subianto di Istana Kepresidenan Jakarta.

Ia menambahkan bahwa isu dirinya akan menjadi Menteri Keuangan hanya berkembang di luar konteks pertemuan resmi.

“Apa? lho itu kan kata situ,” katanya.

Budi juga menegaskan bahwa dirinya saat ini masih menjalankan tugas sebagai Menteri Kesehatan.

“Sekarang masih jadi Menkes,” katanya.

Saat kembali ditanya mengenai kemungkinan jabatan lain, ia tetap memberikan jawaban yang sama tanpa membuka spekulasi lebih jauh.

“Sudah jadi menteri. Sudah jadi menteri,” ucapnya.

Rupiah Melemah, Isu Pergantian Menkeu Mencuat

Di tengah isu tersebut, pasar keuangan juga tengah menyoroti pelemahan nilai tukar rupiah yang berada di level Rp 18.058 per dolar Amerika Serikat (AS). Kondisi ini turut memunculkan kembali spekulasi mengenai posisi Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa.

Namun, Purbaya menegaskan bahwa fundamental ekonomi Indonesia tetap berada dalam kondisi yang solid meski tekanan nilai tukar sedang terjadi.

Ia menyampaikan bahwa pertumbuhan ekonomi pada triwulan pertama 2026 mencapai 5,61 persen secara year-on-year, yang disebut sebagai capaian tertinggi pada kuartal pertama sejak 2014.

“Pada triwulan pertama tahun 2026, perekonomian Indonesia tumbuh sebesar 5,61 persen year-on-year yang merupakan pertumbuhan triwulan satu tertinggi sejak tahun 2014,“ kata Purbaya dalam Rapat Kerja Penyampaian Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal (KEM & PPKF) RAPBN dan RKP 2027 di DPR RI, Jakarta, Selasa (9/6/2026).

Ia juga menyoroti inflasi yang tetap terkendali di level 3,08 persen pada Mei 2026, yang menurutnya masih mendukung daya beli masyarakat.

Selain itu, Purbaya menyebut likuiditas perbankan masih memadai sehingga penyaluran kredit dapat terus berjalan untuk menopang aktivitas ekonomi.

Surplus neraca perdagangan yang berlanjut hingga April 2026 serta perbaikan sektor manufaktur juga disebut menjadi faktor penopang stabilitas ekonomi nasional.

Ia menambahkan bahwa indikator konsumsi masyarakat menunjukkan tren positif, tercermin dari berbagai indeks belanja serta keyakinan konsumen yang masih berada pada level optimistis.

“Penjualan listrik tumbuh signifikan untuk semua aktivitas, baik rumah tangga, bisnis, maupun industri. Penjualan semen mengindikasikan tetap kuatnya aktivitas pembangunan dan berjalannya berbagai program pemerintah,” kata Purbaya.

Di sisi fiskal, ia menegaskan bahwa defisit anggaran dan rasio utang Indonesia masih berada pada level yang terjaga dibandingkan negara lain, sehingga stabilitas makroekonomi dinilai tetap aman dan terkendali.

(Tribunnews.com/Pos Belitung)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.