SMA dan SMK Kekurangan Siswa, Pengamat Pendidikan di Aceh Tenggara Sebut Kualitas Pendidikan Dicari
Rizwan June 11, 2026 07:54 PM

Laporan Wartawan Tribun Gayo Asnawi Luwi|Aceh Tenggara

TribunGayo.com, KUTACANE - Pengamat Pendidikan di Aceh Tenggara yang juga Rektor Universitas Gunung Leuser Kutacane, Dr Indra Utama SPd MPd mengatakan, saat ini banyak sekolah SMA/SMK jajaran Dinas Pendidikan Aceh yang mengalami kekurangan siswa.

Kondisi ini terjadi dari tahun ke tahun karena karena kepercayaan masyarakat semakin rendah terhadap sekolah tersebut.

"Sekarang masyarakat sudah mulai sadar. Bukan lagi mencari nama sekolah, tapi kualitas pendidikan yang menjadi harapan mereka di sekolah itu," ujarnya kepada Tribungayo.com, Kamis (11/6/2026).

Jadi, kata Dr Indra, kalau kualitas pendidikan pada sekolah itu tak sesuai harapan masyarakat, tentunya siswa akan berkurang walaupun ruangan kelas memadai.

"Meningkatkan kualitas pendidikan di sekolah bukan saja menjadi tugas seorang guru sebagai tenaga pendidik, juga Kepala Sekolah (Kepsek), terutama pengawas sekolah," sebutnya.

Dikatakan, mereka sebagai pengawas sekolah Dinas Pendidikan Aceh harus bisa memetakan kualitas pendidikan agar sekolah -sekolah merata mendapatkan kepercayaan dari masyarakat untuk menyekolahkan anak-anaknya, apalagi pada SPMB tahun 2026 ini.

Dr Indra Utama menyebutkan, saat ini, penerimaan SPMB tahun 2026 memakai sistem zonasi.

"Tak boleh fokus saja pada sistem zonasi, afirmasi, pindahan orang tuanya. Akan tetapi beberapa sistem juga seperti jalur prestasi bukan saja akademik, akan tetapi prestasi di bidang minat bakat siswa juga diberikan kesempatan bersekolah di tempat yang diinginkannya," katanya.

"Ini penting guna meningkatkan kualitas pendidikan dan prestasi anak semakin berkembang," katanya.

Jadi, menurut Dr Indra Utama, untuk meningkatkan kualitas pendidikan, Dinas Pendidikan (Disdik) Aceh harus membenahi mulai dari guru, sarana prasarana pendukung proses pembelajaran hingga dukungan Pemerintah Daerah serta pengawas sekolah Disdik Aceh di Aceh Tenggara agar dievaluasi dan melakukan seleksi kembali pengawas sekolah dari guru-guru yang berprestasi.

Kepala SMAN 1 Darul Hasanah, Sunadi SPd mengatakan, jumlah siswa di sekolahnya mencapai 81 orang, sementara ruangan kelas cukup banyak yang kosong mencapai 8 ruangan.

"Ini akibat murid sedikit dikarenakan kepercayaan masyarakat masih kurang. Alhamdulillah, pada SPMB tahun 2026, sudah ada yang mendaftar 32 orang," ujarnya yang baru menjabat selama 6 bulan sebagai Kepsek.

Kepala Dinas Pendidikan Aceh Murthalamuddin SPd MSP sangat mendukung saran yang disampaikan tersebut guna meningkatkan kualitas pendidikan terhadap tenaga pendidik dan peserta didik jajaran Disdik Aceh.(*)

Baca juga: Bupati Haili Yoga Tunjuk Salimsyah Sebagai Plt Kadis Pendidikan dan Kebudayaan Aceh Tengah

Baca juga: Disdik Aceh Harus Kembali Berlakukan Sistem Zonasi pada Tahun Ajaran Baru Agar Peserta Didik Merata 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.