TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Kemudahan pembayaran digital kini semakin dirasakan masyarakat, termasuk saat membeli jajanan di pinggir jalan.
Dengan memanfaatkan QRIS BRI, masyarakat dapat bertransaksi tanpa perlu membawa uang tunai.
Hal itu dirasakan oleh Riski (26), warga Kota Jambi yang kerap beraktivitas di kawasan Tugu Keris Siginjai.
Ia mengaku tidak lagi khawatir saat tidak membawa uang cash karena hampir seluruh pedagang jajanan di kawasan tersebut telah menyediakan pembayaran melalui QRIS.
"Kadang keluar rumah cuma bawa handphone. Kalau mau jajan tinggal scan QRIS, jadi lebih mudah dan tidak perlu cari ATM atau bawa uang tunai," ujarnya pada Kamis (11/6/2026).
Kemudahan serupa juga dirasakan Riski saat membeli sushi di kawasan Tugu Keris Siginjai Kota Jambi.
Ia memilih menggunakan QRIS BRI untuk melakukan pembayaran karena dinilai lebih praktis.
"Saya beli sushi dan langsung bayar pakai QRIS. Cepat, tidak perlu cari uang pas dan tidak perlu menunggu kembalian," ujarnya.
Menurutnya, transaksi digital membuat aktivitas membeli makanan dan minuman menjadi lebih nyaman.
Apalagi saat ini sebagian besar pedagang kaki lima dan UMKM di kawasan tersebut telah menyediakan kode QRIS di lapak mereka.
Tren pembayaran digital tersebut juga tercermin dari meningkatnya penggunaan QRIS di Provinsi Jambi.
Hal senada juga disampaikan Rani, pedagang di Kawasan Tugu Keris Siginjai ini mengatakan saat ini lebih banyak pembeli yang melakukan transaksi non tunai.
Dia mengaku, transaksi digital lebih mudah dan pedagang tidak perlu repot menyiapkan uang kembalian.
"Iya, kalau sekarang memang lebih banyak bayar dengan QRIS," sebutnya.
Sementara itu, Bnak Rakyat Indonesia (BRI) mencatat penggunaan transaksi digital melalui QRIS terus menunjukkan pertumbuhan dalam setahun terakhir.
Hingga saat ini, jumlah pengguna QRIS BRI di wilayah Jambi tercatat mencapai sekitar 20.958 pengguna.
Pemimpin Cabang Bank Rakyat Indonesia Jambi, Mochamad Chandra Ariesta mengatakan penggunaan QRIS semakin diminati masyarakat karena menawarkan kemudahan dalam bertransaksi.
"Dari sisi pengguna, penggunaan QRIS cukup dominan di kalangan usia produktif dan anak muda karena mereka lebih akrab dengan mobile banking dan transaksi digital. Namun saat ini penggunaannya juga mulai meluas ke pedagang pasar, UMKM tradisional, hingga masyarakat umum," ujarnya.
Menurut Chandra, sektor usaha yang paling banyak memanfaatkan QRIS BRI di Jambi berasal dari pelaku UMKM, khususnya bidang kuliner dan food and beverage (F&B), pedagang pasar, usaha wisata dan suvenir, hingga pedagang kecil seperti penjual jajanan, penyedia jasa sewa sepeda, dan toko retail kecil.
Dengan semakin luasnya penggunaan QRIS, masyarakat kini memiliki lebih banyak pilihan dalam bertransaksi.
Tidak hanya di pusat perbelanjaan modern, pembayaran digital juga telah menjadi bagian dari aktivitas ekonomi sehari-hari di lapak-lapak jajanan pinggir jalan.
Kondisi ini menunjukkan transformasi digital di sektor pembayaran semakin diterima masyarakat, sekaligus memberikan kemudahan bagi pedagang dan pembeli dalam melakukan transaksi secara cepat, praktis, dan aman. (Tribunjambi.com/ Srituti Apriliani Putri)
Baca juga: 4 Ruas Jalan di Kawasan Tugu Keris Siginjai Kota Jambi Ditutup, Ada Malam Hiburan Rakyat