TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Anggota Komisi III DPRD Riau, Abdullah, menyoroti terjadinya penurunan Dana Bagi Hasil (DBH) Sawit yang diterima Provinsi Riau. Menurutnya, kondisi tersebut perlu mendapat perhatian serius karena tidak sejalan dengan pertumbuhan sektor perkebunan sawit yang terus meningkat.
Abdullah mengatakan, pihaknya akan mempertajam analisa terkait penurunan DBH Sawit tersebut. Selain itu, DPRD Riau juga berencana melakukan koordinasi dengan pemerintah pusat, khususnya Kementerian Keuangan, guna memperoleh penjelasan yang lebih rinci mengenai perhitungan dana bagi hasil tersebut.
"DBH Sawit ini memang perlu kami pertajam analisanya dan koordinasi ke Menteri Keuangan," ujar Abdullah Kamis (11/6/2026).
Ia menjelaskan, berdasarkan ketentuan yang berlaku, daerah memperoleh porsi tertentu dari penerimaan negara yang bersumber dari sektor sawit. Namun, realisasi yang diterima daerah justru mengalami penurunan meski aktivitas ekspor dan produksi sawit terus bertumbuh.
"Karena di PP itu kan bagian daerah itu 4 persen. Dengan pertumbuhan ekspor yang semakin tinggi, tapi justru terjadi penurunan di DBH Sawit, yang itu juga salah satu anomali,"ujarnya.
Menurut Abdullah, kondisi tersebut perlu ditelusuri lebih lanjut melalui rekonsiliasi data antara pemerintah daerah dan pemerintah pusat. Langkah ini dinilai penting untuk mengetahui penyebab utama berkurangnya alokasi DBH Sawit yang diterima Riau.
"Ini kan perlu rekonsiliasi data bagaimana supaya DBH Sawit ini meningkat," ujarnya.
Abdullah menegaskan, Riau merupakan daerah penghasil sawit terbesar di Indonesia. Karena itu, ia menilai sudah seharusnya provinsi ini memperoleh porsi DBH yang optimal guna mendukung pembangunan daerah dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat yang bergantung pada sektor perkebunan sawit.
"Nantinya kita akan analisa lebih jauh bersama kementerian terkait. Karena Riau produksi terbesar di Indonesia untuk sawit, tentu persoalan ini perlu menjadi perhatian bersama agar daerah mendapatkan haknya secara maksimal,"jelasnya.
(tribunpekanbaru.com / Nasuha Nasution)