Laporan Wartawan Serambi Indonesia Saiful Bahri I Lhokseumawe
SERAMBINEWS.COM, LHOKSEUMAWE - Wakil Ketua Komisi A DPRK Lhokseumawe, Farhan Zuhri, S.Hum., M.Pd., menyampaikan Orasi Ilmiah pada Yudisium Gelombang I dan II Fakultas Adab dan Humaniora (FAH) UIN Ar-Raniry Banda Aceh Tahun Akademik 2025–2026, Kamis (11/6/2026).
Dalam orasi bertajuk “Sastra dan Politik dalam Bayang-Bayang Orientalisme: Refleksi atas Identitas, Kekuasaan, dan Masa Depan Indonesia melalui Pemikiran Edward W. Said”, Farhan mengajak para yudisiawan untuk membangun kemerdekaan intelektual di tengah tantangan global yang terus berkembang.
Dalam pemaparannya, Farhan menjelaskan bahwa pemikiran Edward W. Said tentang orientalisme mengingatkan bahwa penjajahan tidak hanya terjadi melalui penguasaan wilayah, tetapi juga melalui penguasaan pengetahuan, cara pandang, dan narasi.
Menurutnya, bangsa yang merdeka harus mampu mendefinisikan dirinya sendiri tanpa selalu bergantung pada perspektif yang dibangun pihak lain.
Ia mengingatkan agar generasi muda tidak terjebak dalam mentalitas pascakolonial yang memandang bangsa lain selalu lebih unggul, sementara mengabaikan potensi dan kekayaan intelektual yang dimiliki bangsanya sendiri.
Menurut alumni Program Studi Bahasa dan Sastra Arab Fakultas Adab dan Humaniora UIN Ar-Raniry tersebut, sastra, politik, dan kekuasaan memiliki hubungan yang erat.
Sastra membentuk cara masyarakat memahami realitas, sementara politik menentukan arah kebijakan dan kehidupan publik. Karena itu, pengetahuan dan narasi memiliki peran penting dalam membangun masa depan bangsa.
Farhan juga menyoroti perkembangan kecerdasan buatan (artificial intelligence) dan transformasi digital yang semakin cepat.
Di tengah perubahan tersebut, ia menegaskan bahwa ilmu humaniora tetap memiliki peran strategis dalam menjaga kemampuan berpikir kritis, kesadaran sejarah, identitas budaya, serta nilai-nilai kemanusiaan yang menjadi fondasi peradaban.
Menutup orasinya, Farhan mengajak para yudisiawan untuk tidak hanya menjadi pencari kerja, tetapi juga menjadi pencipta gagasan dan agen perubahan. Menurutnya, Indonesia membutuhkan generasi yang memiliki keberanian berpikir mandiri, integritas moral, serta komitmen untuk menghadirkan solusi bagi masyarakat dan masa depan bangsa.(*)
Baca juga: Farhan Zuhri Harap Pembayaran Gaji PPPK melalui APBN Dapat Terwujud