Perkim Renovasi Penyengker Pura Desa lan Puseh Denpasar, Anggaran Rp 3 Miliar
Ngurah Adi Kusuma June 11, 2026 06:25 PM

Laporan Wartawan Tribun Bali, I Putu Supartika

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Tahun 2026 ini, Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman Dan Pertanahan Kota Denpasar melakukan renovasi penyengker Pura Desa lan Puseh Desa Adat Denpasar di kawasan Dauh Puri Kaja.

Untuk renovasi ini, Perkim menggelontorkan anggaran Rp 3 miliar.

Kepala Dinas Perkim Denpasar, I Gede Cipta Sudewa Atmaja memaparkan, pengerjaan telah dimulai sejak Mei 2026 ini.

"Pembangunannya akan menggunakan bata merah yang halus ayakan 10. Ini kualitasnya yang paling bagus khusus untuk pura," kata Cipta, Kamis, 11 Juni 2026.

Baca juga: Pemkot Denpasar dan Pelindo Resmi Teken Kerja Sama Pemanfaatan Lahan PSEL di Benoa

Cipta menambahkan, penyengker ini juga akan menggunakan motif bebadungan.

Selain penyengker Pura Desa lan Puseh, untuk di Desa Adat Denpasar, Perkim juga melakukan penataan Setra Badung.

Dalam penataan ini, Pemkot Denpasar menggelontorkan anggaran mencapai Rp12.961.870.425,00 atau Rp 12,9 Miliar. 

Penataan ini mencakup perbaikan tembok penyengker setra termasuk candi bentar, pembangunan pagar keliling, hingga penataan jogging track di kawasan setra.

Cipta Sudewa mengatakan, pekerjaan fisik telah dimulai sejak 12 Mei 2026.

Baca juga: Jelang Galungan Harga Sembako di Badung Naik, Diskop UMKP: Faktor Cuaca dan Masa Panen

Pihaknya menargetkan proyek ini rampung pada 7 Desember 2026. 

"Penataan ini dilakukan sebagai bagian dari upaya pemerintah kota dalam meningkatkan kualitas sarana publik sekaligus menjaga estetika dan fungsi kawasan setra sebagai ruang sakral dan sosial masyarakat," kata Cipta Sudewa.

Menurutnya, pekerjaan utama dalam proyek tersebut meliputi perbaikan tembok penyengker sepanjang kurang lebih 1.200 meter yang selama ini mengalami kerusakan di sejumlah titik. 

Selain itu, perbaikan juga menyasar candi bentar serta pembangunan pagar keliling guna memperkuat batas kawasan setra.

"Penataan dilakukan menyeluruh termasuk mendukung akses dan kenyamanan masyarakat melalui pembangunan jogging track di kawasan sekitar," ujarnya.

Baca juga: Karangasem Cari Sumber Pendanaan Baru, Mulai Kaji Opsi Pinjaman Daerah 

Ia menambahkan, penataan kawasan Setra Badung dinilai penting mengingat kawasan tersebut tidak hanya berfungsi sebagai tempat pelaksanaan upacara adat dan keagamaan masyarakat Hindu di Denpasar, namun juga menjadi ruang publik yang setiap hari dimanfaatkan warga untuk aktivitas sosial maupun olahraga.

Pemkot Denpasar berharap pengerjaan proyek dapat berjalan sesuai target tanpa mengganggu aktivitas masyarakat di sekitar lokasi. 

Pemerintah juga meminta pelaksana proyek memperhatikan kualitas pekerjaan, keamanan area, serta menjaga kebersihan selama proses pembangunan berlangsung. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.