BOLASPORT.COM – Penyerang Timnas Iran, Mehdi Taremi, memiliki perasaan tak mengenakkan karena memainkan laga Piala Dunia 2026 di Amerika Serikat.
Sebagaimana diketahui, Timnas Iran akan memainkan seluruh fase grup Piala Dunia 2026 di Amerika Serikat (AS).
Meski memainkan fase grup di Negeri Paman Sam, nyatanya Team Melli harus bermarkas di Tijuana, Meksiko.
Hal ini terjadi lantaran hubungan buruk antara AS dengan salah satu negara Asia Barat tersebut dalam beberapa bulan terakhir.
Kedua negara terlibat konflik bersenjata di Timur Tengah, di mana AS-Israel bersekutu melawan Iran.
Imbas konflik bersenjata ini, Presiden AS, Donald Trump, melarang Timnas Iran masuk ke negaranya dan tak memberikan visa untuk bertanding di Piala Dunia 2026.
Namun masalah visa ini bisa diatasi, kendati beberapa ofisial dari kampiun tiga kali Piala Asia itu tak mendapatkannya.
Bahkan masalah visa ini juga membuat mereka harus pulang-pergi (PP) AS-Meksiko setiap memainkan fase grup.
Lantaran masalah visa tersebut dan hubungan buruk kedua negara, striker Timnas Iran, Mehdi Taremi, memiliki perasaan tidak enak.
Dalam wawancaranya seperti yang dikutip BolaSport.com dari Mizan News Agency, perasaan tak mengenakkan itu hadir karena atmosfer yang terjadi jelang Piala Dunia 2026.
Taremi, yang tercatat pernah membela Inter Milan, setidaknya telah tampil di dua edisi Piala Dunia, yakni 2018 dan 2022.
Di dua edisi tersebut, penyerang berusia 33 tahun itu merasakan solidaritas dan keramahtamahan tuan rumah.
Namun di edisi 2026, Mehdi Taremi tak merasakan sama sekali solidaritas itu imbas dari eskalasi politik yang terjadi belakangan ini.
"Saya sudah tiga kali mengikuti Piala Dunia dan mereka mengatakan bahwa ketika Anda memasuki negara tuan rumah, Anda merasakan persahabatan dan solidaritas global yang istimewa," buka Taremi.
"Namun, sayangnya saya tidak merasakannya sekarang. Ada banyak ketegangan di Piala Dunia ini dan Anda (bisa) merasakannya."
"Sayangnya, saya punya perasaan tidak enak karena hal-hal seperti penolakan visa. Mungkin itu hanya perasaan pribadi saya," lanjutnya.
Perasaan tak enak yang dirasakan Taremi juga tak lepas dari konflik baru-baru ini, di mana AS menyerang sejumlah fasilitas utama di Iran.
Serangan yang dilakukan Komando Pusat Amerika Serikat (CENTCOM) atas perintah Donald Trump ini dikabarkan karena Iran menembak jatuh helicopter Apache AS awal pekan ini.
Sekadar informasi tambahan, Timnas Iran akan memainkan fase grup Piala Dunia 2026 di dua tempat, yakni California dan Seattle.
Team Melli akan memainkan dua pertandingan di California, tepatnya di Stadion SoFi, saat melawan Selandia Baru dan Belgia.
Kemudian laga terakhir fase grup kontra Mesir akan digelar di Stadion Lumen Field yang terletak di Seattle.
Untuk memainkan tiga pertandingan itu, para pemain Iran harus melakukan perjalanan berjam-jam dari Tijuana sebelum dan sesudah pertandingan.