Gempa M 2,8 Guncang Barat Daya Pacitan, BMKG: Berpusat di Kedalaman 10 Kilometer
Wawan Akuba June 11, 2026 06:46 PM

 

TRIBUNGORONTALO.COM – Gempa bumi berkekuatan magnitudo 2,8 mengguncang wilayah perairan barat daya Pacitan, Jawa Timur, pada Kamis (11/6/2026) sore.

Berdasarkan informasi awal Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), gempa terjadi pada pukul 16.38.34 WIB.

Episentrum gempa berada di koordinat 9,05 Lintang Selatan dan 110,56 Bujur Timur, atau sekitar 114 kilometer barat daya Pacitan, Jawa Timur.

BMKG mencatat pusat gempa berada pada kedalaman 10 kilometer.

Baca juga: Layani 50 Ribu Pelanggan, Segini Rincian Tarif Air Perumda Muara Tirta Gorontalo Terbaru

Kedalaman tersebut membuat gempa ini tergolong sebagai gempa dangkal yang umumnya lebih mudah dirasakan apabila terjadi di dekat wilayah permukiman.

Secara geologis, kawasan selatan Jawa, termasuk Pacitan, merupakan daerah yang rawan aktivitas gempa bumi karena berada di zona subduksi pertemuan Lempeng Indo-Australia dan Lempeng Eurasia.

Pergerakan Lempeng Indo-Australia yang menunjam ke bawah Lempeng Eurasia di sepanjang Palung Jawa menjadi sumber utama terjadinya gempa di wilayah ini.

Meski tergolong gempa dangkal, magnitudo 2,8 relatif kecil sehingga potensi dampak yang ditimbulkan sangat terbatas.

Secara umum, gempa dengan kekuatan di bawah magnitudo 3 jarang menyebabkan kerusakan dan biasanya hanya dirasakan oleh sebagian kecil masyarakat yang berada dekat dengan pusat gempa.

BMKG mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak mudah mempercayai informasi yang belum dapat dipastikan kebenarannya.

Warga juga diingatkan untuk memahami langkah mitigasi gempa bumi, seperti berlindung di bawah meja yang kokoh saat terjadi guncangan, menjauhi kaca dan benda yang mudah roboh, serta menuju area terbuka setelah gempa mereda.

Informasi gempa yang disampaikan BMKG merupakan hasil pengolahan data awal yang mengutamakan kecepatan, sehingga parameter gempa masih dapat berubah seiring bertambahnya data yang masuk.

Masyarakat diimbau tetap tenang, meningkatkan kesiapsiagaan, dan terus memantau informasi resmi BMKG terkait perkembangan aktivitas kegempaan. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.