Suporter Brasil di Indonesia Wajib Tahu, Ini Peluang Neymar Main di Laga Perdana Kontra Maroko
TRIBUNNEWS.COM - Brasil mendapat suntikan semangat menjelang laga pembuka Piala Dunia FIFA 2026 setelah kondisi Neymar menunjukkan perkembangan positif.
Konfederasi Sepak Bola Brasil (CBF) mengonfirmasi bahwa hasil pemeriksaan medis terbaru memperlihatkan proses pemulihan cedera sang penyerang berjalan sesuai target.
Neymar sebelumnya mengalami robekan otot betis tingkat dua pada bulan lalu yang diperkirakan membuatnya menepi selama dua hingga tiga pekan.
Baca juga: Di Balik Comeback Neymar ke Timnas Brasil, Ada Kesepakatan Khusus dengan Ancelotti
Cedera tersebut memaksanya absen dalam dua laga uji coba terakhir Brasil, yakni saat menghadapi Panama dan Mesir.
Berdasarkan hasil pemindaian terbaru yang dilakukan pada Senin (8/6/2026), tim medis CBF menyatakan pemain berusia 34 tahun itu merespons terapi dengan baik.
Neymar kini melanjutkan program rehabilitasi dan penguatan fisik di bawah pengawasan tim dokter tim nasional Brasil.
Perkembangan tersebut membuka peluang bagi pencetak gol terbanyak sepanjang sejarah Brasil itu untuk tampil pada pertandingan perdana Grup melawan Maroko yang dijadwalkan berlangsung pada 13 Juni.
Dalam beberapa tahun terakhir, Neymar memang kerap bergelut dengan cedera.
Salah satu yang paling serius adalah cedera ligamen ACL dan meniskus yang dialaminya saat membela Brasil melawan Uruguay pada Oktober 2023.
Masalah kebugaran juga sempat mengganggu kariernya bersama Al Hilal sebelum akhirnya kembali ke Santos pada awal 2025.
Dengan koleksi 79 gol dari 128 penampilan bersama Selecao, Neymar membidik penampilan keempatnya di putaran final Piala Dunia setelah tampil pada edisi 2014, 2018, dan 2022.
Di bawah arahan pelatih Carlo Ancelotti, Brasil tergabung dalam grup yang juga dihuni Maroko, Skotlandia, dan Haiti.
Brasil merupakan salah satu tim nasional dengan basis penggemar terbesar di Indonesia.
Sejak era Ronaldo, Ronaldinho, Kaka, hingga Neymar, Selecao memiliki komunitas pendukung yang aktif di berbagai kota seperti Jakarta, Bandung, Surabaya, Yogyakarta, dan Makassar.
Meski begitu, peran Neymar di Timnas Brasil tidak lagi se-vital dulu.
Lazuardi, seorang suporter lokal di Jakarta, menyebut era Neymar sudah lewat.
Nama-nama pemain lain yang lebih muda macam Vinisius Jr dan Rafinha diyakini mampu menjalankan peran penyerang yang selama ini dijalankan Neymar.
"Nama Neymar masih besar, tapi eranya sudah lewat," kata Lazuardi.
Pengaruh ini yang membuat pertandingan Brasil di Piala Dunia biasanya menjadi magnet acara nonton bareng (nobar).
Kafe olahraga, pusat perbelanjaan, hingga komunitas sepak bola lokal kerap menggelar nobar, terutama jika laga berlangsung pada jam yang masih bersahabat bagi penonton Indonesia.
Meski usianya sudah 34 tahun dan kerap dihantam cedera, Neymar masih menjadi salah satu pemain asing paling populer di Indonesia.
Jersey Brasil bernomor punggung 10 tetap menjadi salah satu atribut sepak bola internasional yang banyak dikenakan oleh penggemar Tanah Air, sehingga kabar pemulihannya diperkirakan mendapat perhatian besar dari publik sepak bola Indonesia.