Tali yang Menjerat Leher Pria Asal Garut di Kebun Sawit Bangka Barat, Teryata Tali Jaket Hoodie
M Zulkodri June 11, 2026 08:29 PM

BANGKAPOS.COM--Suasana tenang di kawasan perkebunan sawit Desa Air Bulin, Kecamatan Kelapa, Kabupaten Bangka Barat, Kepulauan Bangka Belitung, mendadak berubah menjadi geger setelah warga menemukan sesosok pria dalam kondisi tidak bernyawa tergantung di sebuah pohon sawit, Kamis (11/6/2026) siang.

Penemuan jasad tersebut sontak mengundang perhatian warga sekitar.

Puluhan warga berdatangan ke lokasi setelah kabar itu menyebar dari mulut ke mulut.

Aparat kepolisian yang menerima laporan langsung menuju tempat kejadian perkara (TKP) untuk melakukan pengamanan sekaligus penyelidikan awal.

Hingga Kamis sore, polisi masih berupaya mengungkap penyebab pasti kematian korban.

Sejumlah temuan di lokasi, termasuk adanya luka lecet pada tubuh korban, membuat aparat belum ingin berspekulasi mengenai kemungkinan penyebab kematian sebelum hasil pemeriksaan medis keluar.

Lokasi penemuan jenazah berada di kawasan perkebunan sawit Desa Air Bulin, Kecamatan Kelapa, yang berjarak sekitar satu jam perjalanan dari Kota Muntok, ibu kota Kabupaten Bangka Barat.

Area tersebut merupakan kawasan perkebunan yang relatif jauh dari pusat keramaian permukiman warga.

Adapun jaraknya dari pusat kota Bangka Barat adalah Muntok, maka jarak dari Desa Air Bulin diperkirakan sekitar 50–70 kilometer melalui jalur darat, dengan waktu tempuh kurang lebih 1 hingga 1,5 jam menggunakan kendaraan bermotor

Semetara kalau dari  Pusat Kecamatan Kelapa sekitar 5–15 kilometer. Desa terdekat seperti Dendang, Kacung, atau Kelapa umumnya hanya beberapa kilometer saja karena masih berada dalam satu kecamatan.

Ditemukan Warga di Area Perkebunan Sawit

Peristiwa tersebut pertama kali diketahui warga sekitar pada Kamis pagi sekitar pukul 10.00 WIB.

Korban ditemukan tergantung pada salah satu pelepah pohon sawit di area perkebunan yang berada tidak jauh dari aktivitas warga.

Menurut informasi yang dihimpun di lokasi, warga awalnya melihat sosok pria dalam posisi tidak biasa di sekitar pohon sawit. Setelah didekati, pria tersebut ternyata sudah dalam kondisi tidak bernyawa.

Temuan itu kemudian segera dilaporkan kepada aparat desa dan diteruskan ke pihak kepolisian.

Tak lama setelah menerima laporan, personel Polsek Kelapa bersama tim identifikasi dari Polres Bangka Barat langsung bergerak menuju lokasi kejadian.

Garis polisi dipasang di sekitar area penemuan untuk menghindari kerumunan warga masuk ke lokasi yang masih menjadi objek penyelidikan.

Saat proses evakuasi berlangsung, petugas terlihat memotong tali yang melilit leher korban sebelum menurunkan jasad dari pohon sawit.

Kondisi tubuh korban saat ditemukan cukup menyita perhatian warga. Korban terlihat dalam posisi bersandar menghadap batang pohon dengan tubuh sedikit miring ke arah kiri.

Menariknya, kedua kaki korban masih menyentuh permukaan tanah saat ditemukan.

Baca juga: Pemerintah Ubah Skema Bansos, Bantuan Barang Diganti Uang Tunai hingga Rp5,4 Juta

Identitas Korban Terungkap

Dari hasil pemeriksaan awal di lokasi kejadian, polisi menemukan dompet yang berisi kartu identitas milik korban.

Berdasarkan data pada kartu tanda penduduk (KTP) yang ditemukan, korban diketahui bernama Yana Mulyana, berusia 33 tahun.

Korban tercatat sebagai warga Kecamatan Tarogong Kidul, Kabupaten Garut, Provinsi Jawa Barat.

Temuan identitas tersebut menjadi petunjuk awal bagi polisi untuk menelusuri latar belakang korban sekaligus menghubungi pihak keluarga.

Hingga kini, polisi masih mendalami alasan keberadaan korban di wilayah Bangka Barat serta aktivitas yang dilakukannya sebelum ditemukan meninggal dunia.

Polisi Temukan Luka Lecet pada Tubuh Korban

Kapolsek Kelapa, Iptu Dahri, membenarkan adanya penemuan jasad pria tersebut.

Menurut dia, pihak kepolisian menerima laporan dari masyarakat sekitar pukul 10.00 WIB dan langsung bergerak ke lokasi.

"Kami menerima informasi dari masyarakat sekitar pukul 10.00 WIB terkait adanya penemuan mayat di area perkebunan sawit Desa Air Bulin. Setelah menerima laporan tersebut, kami langsung menuju lokasi untuk melakukan pengamanan TKP dan berkoordinasi dengan tim Inafis Polres Bangka Barat," kata Iptu Dahri kepada wartawan, Kamis (11/6/2026).

Saat melakukan pemeriksaan awal di lokasi kejadian, polisi menemukan adanya sejumlah luka pada tubuh korban.

Luka tersebut terlihat terutama di bagian kaki dan beberapa area lainnya.

"Memang benar tampak luka-luka pada bagian tubuhnya, khususnya pada kaki dan mungkin beberapa area lainnya yang akan kami lakukan visum lebih lanjut," ujar Dahri.

Menurutnya, keberadaan luka tersebut menjadi salah satu fokus pemeriksaan aparat untuk mengetahui apakah luka itu terjadi sebelum korban meninggal atau justru setelah kejadian.

Karena itu, polisi masih menunggu hasil visum dari tim medis sebelum mengambil kesimpulan.

"Kami belum bisa menyimpulkan apa penyebab luka tersebut. Semua masih harus diperiksa secara medis agar hasilnya objektif dan sesuai fakta," katanya.

Baca juga: Sosok dan Profil Fitroh Rohcahyanto, Wakil Ketua KPK, Namanya Terseret Isu Kasus Dugaan Korupsi MBG

Tali Diduga Berasal jaket Hoodie

Selain luka pada tubuh korban, aparat juga menemukan fakta lain terkait alat yang digunakan untuk menjerat leher korban.

Berdasarkan pengamatan awal di lokasi, tali yang digunakan diduga merupakan tali sepatu.

"Kalau kita secara sepintas melihatnya, itu sepertinya tali sepatu," kata Dahri.

Meski demikian, polisi belum memastikan secara rinci asal-usul tali tersebut maupun bagaimana tali itu bisa digunakan dalam peristiwa yang berujung pada kematian korban.

Barang bukti yang ditemukan di lokasi saat ini telah diamankan untuk kepentingan penyelidikan.

Kepolisian mengungkap perkembangan terbaru terkait penemuan mayat seorang pria di area kebun sawit Desa Air Bulin, Kecamatan Kelapa, Kabupaten Bangka Barat, Kamis (11/6/2026).

Hasil identifikasi lanjutan menunjukkan tali yang menjerat leher korban ternyata berasal dari jaket hoodie yang dikenakan korban.

Kapolsek Kelapa, Iptu Dahri mengatakan, temuan tersebut diperoleh setelah proses pemeriksaan dan identifikasi lebih lanjut dilakukan di Puskesmas Kelapa.

“Dari hasil identifikasi lanjutan, rupanya tali itu bukan tali sepatu, tapi tali dari jaket,” kata Iptu Dahri di Puskesmas Kelapa.

Kapolsek Kelapa, Iptu Dahri.
Kapolsek Kelapa, Iptu Dahri. ((Bangkapos/Arya Bima Mahendra)/Arya Bima Mahendra)

Sandal Korban Ditemukan di Dekat Lokasi

Selain dompet berisi identitas korban, polisi juga menemukan sepasang sandal jepit berwarna putih dengan tali kuning di sekitar lokasi kejadian.

Sandal tersebut diduga milik korban karena ditemukan tidak jauh dari tempat jasad ditemukan.

Temuan itu turut diamankan sebagai bagian dari proses penyelidikan.

Petugas juga melakukan dokumentasi menyeluruh terhadap lokasi kejadian guna membantu proses rekonstruksi apabila diperlukan pada tahap penyidikan berikutnya.

Polisi Belum Simpulkan Penyebab Kematian

Meski korban ditemukan dalam kondisi tergantung, pihak kepolisian menegaskan belum dapat memastikan penyebab pasti kematian pria tersebut.

Polisi juga belum menyimpulkan apakah terdapat unsur tindak pidana atau kemungkinan lain di balik peristiwa tersebut.

"Kami sementara ini belum bisa berandai-andai. Kami akan memastikan dulu seperti apa hasil visum dan pemeriksaan medis terhadap korban," tegas Dahri.

Menurutnya, setiap kemungkinan masih terbuka sampai hasil pemeriksaan forensik selesai dilakukan.

Karena itu, polisi mengimbau masyarakat untuk tidak berspekulasi maupun menyebarkan informasi yang belum terverifikasi.

"Kami masih melakukan penyelidikan dan menunggu hasil visum. Untuk sementara kami belum bisa menyimpulkan apakah ada unsur pidana atau tidak dalam peristiwa ini," tegas Dahri.

Jenazah Dievakuasi ke Puskesmas Kelapa

Setelah proses olah TKP selesai dilakukan, jasad korban dievakuasi menggunakan ambulans menuju Puskesmas Kelapa.

Di fasilitas kesehatan tersebut, korban akan menjalani pemeriksaan lebih lanjut guna mengetahui penyebab kematian serta mengidentifikasi kondisi tubuh secara menyeluruh.

Hasil visum nantinya akan menjadi salah satu dasar penting bagi penyidik dalam menentukan langkah lanjutan.

Selain pemeriksaan medis, polisi juga masih melakukan penelusuran terhadap riwayat perjalanan korban sebelum ditemukan meninggal dunia.

Keterangan saksi-saksi yang berada di sekitar lokasi turut dikumpulkan untuk membantu mengungkap rangkaian peristiwa yang terjadi.

(Bangkapos.com/Arya Bima Mahendra)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.