Sulap Sampah Botol Jadi Cuan, Pria di Pekalongan Raup Omzet Rp30 Juta Sebulan, Tembus Pasar Inggris
Listusista Anggeng Rasmi June 11, 2026 08:44 PM

TRIBUNNEWSMAKER.COM - Di tengah persoalan sampah plastik yang terus menjadi perhatian banyak pihak, seorang pemuda asal Kota Pekalongan justru melihat peluang besar dari limbah yang sering dianggap tidak berguna.

Apa yang bagi sebagian orang hanya tumpukan sampah, di tangannya berubah menjadi produk kreatif bernilai ekonomi tinggi.

Sosok tersebut adalah Alfa, pemuda asal Banyurip Ageng, Kota Pekalongan, yang berhasil membuktikan bahwa kreativitas mampu mengubah limbah menjadi sumber penghasilan yang menjanjikan.

Perjalanan usahanya berawal dari hal sederhana yang terjadi di lingkungan keluarga.

Kala itu, sang ibu memiliki kebiasaan mengumpulkan botol plastik bekas untuk dimanfaatkan sebagai pot tanaman di rumah.

Kebiasaan tersebut kemudian memunculkan ide besar dalam benak Alfa untuk mengolah limbah plastik menjadi produk yang memiliki nilai jual lebih tinggi.

Dari situlah lahir Notic, sebuah usaha kreatif yang resmi dirintis pada tahun 2023.

Perjalanan membangun usaha tersebut tidak berlangsung mudah dan instan.

Baca juga: Satu-satunya di Pekalongan, TPST Kertoharjo Musnahkan 10 Ton Sampah per Hari Tanpa Kirim ke TPA

DAUR ULANG SAMPAH - Dari tumpukan sampah jadi cuan Internasional, kisah Alfa ubah botol bekas jadi produk bernilai tinggi di Pekalongan. ((Ist)/Instagram @pekalonganinfo)

Dikutip dari Instagram @pekalonganinfo, Kamis (11/6/2026), Alfa harus mempelajari berbagai teknik pengolahan limbah plastik agar dapat menghasilkan produk yang kuat, menarik, dan diminati pasar.

Setiap botol plastik yang dikumpulkan harus melalui proses panjang sebelum berubah menjadi barang siap jual.

Proses dimulai dari penyortiran bahan baku berdasarkan jenis dan warna plastik yang digunakan.

Setelah itu, limbah plastik dicacah menjadi potongan-potongan kecil sebelum masuk ke tahap pengolahan berikutnya.

Tutup Botol Didaur Ulang

Bagian tutup botol yang selama ini sering terabaikan justru menjadi bahan utama dalam proses produksi.

Melalui teknik khusus, tutup botol tersebut dilebur dan dicetak menjadi balok-balok plastik padat yang siap dibentuk menjadi berbagai produk kreatif.

Dari bahan sederhana itulah lahir beragam karya unik seperti gelang warna-warni, tatakan gelas, plakat, hingga kursi yang memiliki nilai estetika tinggi.

DAUR ULANG SAMPAH - Dari tumpukan sampah jadi cuan Internasional, kisah Alfa ubah botol bekas jadi produk bernilai tinggi di Pekalongan.
DAUR ULANG SAMPAH - Dari tumpukan sampah jadi cuan Internasional, kisah Alfa ubah botol bekas jadi produk bernilai tinggi di Pekalongan. ((Ist)/nstagram @pekalonganinfo)

Baca juga: Pengendara Motor Kepergok Buang Karung-Karung Sampah ke Sungai Pekalongan, Bolak-Balik hingga 6 Kali

Produk-produk tersebut kini tidak hanya diminati masyarakat lokal, tetapi juga berhasil menarik perhatian pembeli dari berbagai daerah di Indonesia.

Permintaan datang dari kota-kota besar seperti Jakarta dan Bali yang mulai melirik produk ramah lingkungan hasil karya Alfa.

Lebih membanggakan lagi, produk Notic berhasil menembus pasar internasional dengan pengiriman ke negara seperti Inggris dan Malaysia.

Dengan harga gelang yang dimulai dari Rp24 ribu, usaha yang dirintis Alfa mampu menghasilkan omzet sekitar Rp30 juta setiap bulan sekaligus membuka peluang ekonomi bagi warga sekitar yang menjadi pemasok limbah plastik sebagai bahan baku.

Bagi Alfa, kesuksesan tersebut bukan hanya soal keuntungan semata, melainkan juga tentang menghadirkan solusi nyata terhadap persoalan sampah di Kota Pekalongan, membangun kesadaran lingkungan, serta menginspirasi masyarakat bahwa limbah yang dianggap tak bernilai pun bisa berubah menjadi karya luar biasa jika diolah dengan kreativitas dan ketekunan.

(Tribunnewsmaker.com/ Listusista)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.