Trump Bongkar Misi Rahasia AS di Selat Hormuz, Klaim 22 Kapal Iran Dilenyapkan Diam-diam
Muhammad TaufiqRahman June 11, 2026 09:42 PM

- Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump kembali menjadi sorotan setelah mengungkap apa yang ia sebut sebagai “misi rahasia” militer di kawasan strategis Selat Hormuz.

Trump mengklaim operasi tersebut berhasil menyelundupkan jutaan barel minyak mentah melewati pengawasan ketat Iran.

Aksi itu disebut dengan tingkat kerahasiaan yang disebut sangat tinggi.

Ia menegaskan bahwa pihak Iran baru mengetahui manuver tersebut setelah dirinya menyampaikan pernyataan ke publik.

“Sekarang saya bisa mengatakannya. Sesuatu yang belum Anda ketahui. Tahukah Anda bahwa kita telah mengambil jutaan barel minyak? Tidak ada satu pun yang tahu. Tahukah Anda siapa yang tidak tahu tentang hal itu? Iran, sampai saat ini,” ujar Trump saat berbicara di Ruang Oval kepada wartawan, dikutip dari New York Times, Rabu (10/6/2026).

Dalam pernyataannya, Trump juga mengklaim bahwa militer Amerika Serikat telah melakukan operasi yang melibatkan penenggelaman 22 kapal pada malam hari dalam kondisi tanpa lampu.

Ia menyebut (10/6/2026) langkah itu dilakukan sebagai bagian dari operasi rahasia dengan tingkat keamanan tinggi di wilayah perairan tersebut.

“Saya bisa mengatakannya sekarang, sesuatu yang tidak Anda ketahui,” ucap Trump dalam kesempatan yang sama.

Trump menambahkan bahwa operasi tersebut dilakukan dalam kondisi yang sengaja dibuat senyap.

Termasuk dengan memanfaatkan situasi yang menurutnya melemahkan kemampuan pengawasan pihak Iran.

Kendati demikian, klaim tersebut kemudian mendapat penjelasan berbeda dari pihak militer Amerika Serikat sendiri.

Seorang pejabat Pentagon yang enggan disebutkan namanya menyebut bahwa apa yang diklaim sebagai “misi rahasia” lebih merujuk pada operasi pengawalan kapal dagang komersial yang melintasi Selat Hormuz.

Operasi itu disebut dilakukan secara senyap dengan sejumlah kapal yang diarahkan untuk mematikan sistem pelacak selama pelayaran.

Namun, pejabat tersebut menilai bahwa pergerakan itu tidak sepenuhnya tidak terdeteksi oleh pihak Iran.

Hingga kini, belum ada tanggapan resmi dari pihak Iran terkait klaim operasi rahasia dan penenggelaman 22 kapal yang disampaikan Trump tersebut.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.