Sentuhan Magis Herry IP di BAM Pemicu Perombakan Ganda Putra Malaysia demi Olimpiade 2028
Drajat Sugiri June 11, 2026 10:20 PM

TRIBUNNEWS.COM - Asosiasi Bulu Tangkis Malaysia (BAM) secara mengejutkan mengambil langkah berani dengan merombak komposisi sektor ganda putra mereka menjelang turnamen level elite musim ini.

Keputusan paling mencolok adalah dipisahnya duet yang saat ini berada di peringkat 3 dunia, Aaron Chia/Soh Wooi Yik demi bereksperimen terkait kekuatan sektor ganda putra Malaysia.

Duet anyar lintas generasi ini dijadwalkan langsung melakoni debut kompetitif mereka pada ajang bergengsi China Open yang akan bergulir pada 21-26 Juli mendatang.

Langkah taktis ini dipastikan bersifat jangka pendek. Skenario besarnya, Aaron Chia nantinya diproyeksikan untuk berpasangan dengan Tee Kai Wun dalam rangkaian tur Eropa pada akhir tahun nanti.

Namun, sebelum rencana itu dieksekusi, duet Aaron Chia/Aaron Tai bakal bersama pasangan kombinasi baru lainnya, Soh Wooi Yik/Man Wei Chong.

Kedua pasangan ini dipastikan beraksi di tiga turnamen penting, yaitu China Open (21-26 Juli), Taipei Open (28 Juli-2 Agustus), dan Korea Open (3-8 November).

lihat foto
MAN/TEE MALAYSIA - Ganda putra Malatsia, Man Wei Chong/Kai Wun Tee dalam babak semifinal Malaysia Masters 2025 di Axiata Arena, pada 24 Mei 2025. (Foto: BAM)

Perputaran poros ganda putra BAM tidak berhenti sampai di situ. Selama turnamen-turnamen tersebut, Tee Kai Wun akan berpasangan dengan Yap Roy King.

Sementara itu, Wan Arif Wan Junaidi bakal dipasangkan dengan darah muda lainnya, Kang Khai Xing.

Menariknya, untuk ajang Japan Open yang berlangsung lebih awal pada 14–19 Juli, BAM memilih menahan diri dari perubahan.

Di Negeri Sakura, duet asli Soh Wooi Yik/Man Wei Chong tetap dipertahankan untuk memimpin skuad Malaysia sebagai unggulan utama.

Baca juga: Perjudian Malaysia Pisah Chia/Soh Tak Ganggu Road Map Olimpiade Los Angeles 2028

Klarifikasi Rexy Mainaky

Direktur Kepelatihan Ganda Nasional BAM, Rexy Mainaky, langsung pasang badan untuk memberikan klarifikasi mendalam mengenai badai dinamika di pelatnas ganda putra ini.

Legenda bulu tangkis Indonesia tersebut menegaskan bahwa perombakan besar-besaran ini bukanlah keputusan impulsif, melainkan sebuah strategi jangka panjang untuk menatap Olimpiade Los Angeles 2028 (LA28).

"Kami harus melihat jauh ke depan, menuju tahun 2028. Ini sama sekali bukan berarti Aaron Chia dan Soh Wooi Yik sudah tidak lagi menjanjikan atau habis masa jayanya."

"Sebaliknya, ini adalah langkah konkret karena kami harus jeli melihat kuantitas dan potensi barisan pemain muda yang kami miliki saat ini," ujar Rexymengutip The Star.

Percaya dengan Pengalaman Herry IP

Menariknya, Rexy membeberkan bahwa keputusan untuk memisahkan mantan juara dunia Aaron Chia/Soh Wooi Yik diambil setelah melalui diskusi yang sangat panjang, mendalam, dan analitis.

Di balik keputusan masif ini, ada sumbangsih pemikiran besar dari Direktur Kepelatihan Ganda Putra asal Indonesia, Herry Iman Pierngadi, atau yang akrab disapa Herry IP, serta Ketua Komite Kinerja BAM, Datuk Seri Lee Chong Wei.

Rexy secara khusus menyoroti bahwa intuisi tajam dan pengalaman masif Herry IP dalam menukangi ganda putra papan atas dunia menjadi fondasi utama lahirnya keputusan ekstrem ini.

lihat foto
HERRY IP - Herry Iman Pierngadi alias Herry IP resmi akan jadi pelatih ganda putra Malaysia setelah BAM meresmikan rilisannya, Sabtu (11/1/2025). (Foto Arsip Januari 2025). (Foto: Instagram @ba_malaysia)

"Kami harus berani melakukan bongkar pasang pemain dengan metode mengombinasikan pilar berpengalaman dengan darah muda. Coach Herry sangat berpengalaman dalam hal ini," ujar Rexy.

"Beliau (Herry) tahu betul bagaimana menyatukan karakter pemain agar klop di lapangan. Terkadang, menyatukan dua pemain yang sama-sama hebat secara individu sama sekali tidak menjamin mereka akan menjadi pasangan yang solid."

"Ini semua murni tentang apa yang sebenarnya dibutuhkan oleh seorang pemain dari partnernya saat bertarung di atas lapangan," kata Rexy menerangkan.

Siasat Memutus Rantai Ketergantungan

Lebih lanjut, Rexy menambahkan bahwa BAM berkomitmen penuh untuk memutus mata rantai ketergantungan yang terlalu tinggi pada satu atau dua pasangan elit saja.

Sudah saatnya para pemain pelapis dan pemain muda diberikan panggung utama untuk merasakan atmosfer serta tekanan tinggi di turnamen-turnamen besar kelas dunia.

"Kami sangat realistis dan tahu diri bahwa kami tidak bisa langsung menuntut ekspektasi yang terlalu muluk dari pasangan-pasangan baru yang masih segar ini. Namun, yang paling kami kejar saat ini adalah suntikan pengalaman berharga untuk proyeksi 2028 nanti," tutur Rexy.

"Kami juga percaya, dengan menghadirkan kombinasi-kombinasi baru yang segar, atmosfer dan gairah di dalam pelatnas nasional akan jauh lebih kompetitif menjelang Olimpiade Los Angeles."

"Ini bukan sekadar urusan membidik medali di masa depan, melainkan tentang bagaimana kami menciptakan sebuah terobosan besar demi merebut medali emas Olimpiade yang selama ini dinantikan Malaysia," tambahnya penuh penekanan.

(Tribunnews.com/Niken)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.