BANGKAPOS.COM, BANGKA – Sesosok mayat ditemukan di pohon sawit kebun salat satu warga di Desa Air Bulin, Kecamatan Kelapa, Kabupaten Bangka Barat, Provinsi Bangka Belitung.
Ialah, Darmawan sang pemilik kebun yang pertama kali menemukan mayat yang teridentifikasi seorang pria.
Kepada Bangkapos.com, Darmawan pun menceritakan detik-detik saat pertama kali menemukan sesosok mayat di salah satu pohon sawit di kebun miliknya itu.
Pagi itu, Kamis (11/6/2026), Darmawan pergi ke sawah miliknya dan hendak pulang.
Namun, berjarak hanya ratusan meter dari kebun sawit miliknya, Darmawan melihat sosok mayat di pohon sawit.
Baca juga: Profil dan Harta Titin Rita Lestari, Ketua Tim Pemeriksa BPK Sumsel Tersangka KPK, Peran Terbongkar
Dengan penuh kecurigaan, Darmawan perlahan melangkahkan kakinya menuju salah satu pohon sawit.
Sekira pukul 10.10 WIB, dirinya yang saat itu sedang berjalan pulang melintasi kebun sawit tersebut tiba-tiba secara mengejutkan melihat sosok mencurigakan di salah satu pohon sawit.
“Saya pulang dari sawah. Ngelihatnya dari jauh, ada patung kata saya. Kok pas saya lihat sedikit, ada sandal jepitnya,” kata Darmawan saat menceritakan detik-detik penemuan mayat tersebut kepada Bangkapos.com.
Lantaran semakin curiga, dirinya pun makin mendekat karena menganggap bahwa sosok dikiranya patung, namun terdapat sandal jepit di sebelahnya.
Dirinya pun kemudian dengan seksama melihat sosok tersebut.
Dari belakang dan samping dia cermati dan perhatikan yang ternyata sosok pria tersebut sudah meninggal dunia.
“Saya lihat dari belakang, kayaknya sudah meninggal. Saya pergi ke samping, lihat oh memang udah meninggal,” jelasnya.
Namun, saat itu dirinya tidak tahu dan tidak melihat jelas bahwa ternyata ada tali yang menjerat leher mayat tersebut.
Akan tetapi, yang membuatnya heran adalah kondisi mayat yang tampak seperti masih menapak di atas tanah dan tidak rebah ke tanah.
Lebih lanjut, karena tidak berani menyentuh mayat tersebut, dirinya pun memanggil ketua RT setempat yang kebetulan saat itu juga sedang berada di sawah pribadinya yang tak jauh dari TKP.
“Saya panggil pak RT, pak RT ada orang bunuh diri,” ujar Darmawan.
Baca juga: Kapan Libur Sekolah SD, SMP dan SMA 2026? Cek Jadwal Lengkap Wilayah Sumatra, Jawa hingga Bali
Awalnya, ketua RT tersebut tidak percaya, namun setelah menghampiri lokasi tersebut, ketua RT tersebut kemudian segera melaporkan kejadian itu kepada Bhabinkamtibmas setempat.
Diakui Darmawan, dirinya dan ketua RT tidak mengetahui siapa identitas mayat pria tersebut.
Bahkan, warga lainnya yang kemudian tiba di lokasi juga tidak ada yang mengenali.
Lebih lanjut, saat pertama kali melihat mayat tersebut, Darmawan mengaku melihat adanya luka-luka mengelupas pada bagian punggung tangan sebelah kanan.
Selain itu, kata dia, pada bagian telapak kaki juga terdapat luka-luka lecet.
“Kalau bagian badan enggak tau, karena pakai jaket kan. Soalnya enggak berani nyentuh,” ungkapnya.
Baca juga: Tiga Kali Batalkan Umrah, Pengurus Travel di Pangkalpinang Ditahan, Rugikan 10 Korban Rp290 Juta
Belakangan diketahui, dari identitas KTP yang ditemukan, mayat pria tersebut merupakan seorang pria bernama Yana Mulyana (33 tahun) asal Kecamatan Tarogong Kidul, Kabupaten Garut, Jawa Barat.
“Barulah tahunya, di KTP nya orang Jawa Barat. Kalau tadi enggak ada siapa yang nyentuh sebelum ada polisi,” imbuhnya.
Sekadar informasi, mayat tersebut telah dievakuasi dan dibawa ke Puskesmas Kelapa oleh pihak kepolisian untuk diidentifikasi lebih lanjut.
Kendati demikian, pihak kepolisian belum dapat menyimpulkan sebab meninggalnya sosok pria tersebut.
Leher Dijerat Tali Jaket
Kapolsek Kelapa, Iptu Dahri menjelaskan bahwa dari hasil pemeriksaan dan identifikasi lebih lanjut, tali yang menjerat mayat pria di kebun sawit di Desa Bulin merupakan tali dari jaket hoodie.
Hal itu dia sampaikan ketika mayat tersebut telah dievakuasi dan menjalani visum untuk identifikasi lebih lanjut di Puskesmas Kelapa, Kabupten Bangka Barat, Kamis (11/6/2026) siang.
“Dari hasil identifikasi lanjutan, rupanya tali itu bukan tali sepatu, tapi tali dari jaket,” kata Kapolsek di Puskesmas Kelapa.
Pantauan Bangkapos.com, saat ini mayat pria tersebut sedang diperiksa dan diidentifikasi lebih lanjut di Puskesmas Kelapa.
Sejumlah anggota kepolisian juga tampak masih siaga di Puskesmas Kelapa sembari menunggu proses identifikasi selesai.
Baca juga: Haji Bolot Sakit Apa? Sampai Dilarikan ke Rumah Sakit, Andre Taulany Mohon Doa
Kerumunan warga mengelilingi garis polisi yang dipasang melingkari sebuah pohon sawit besar di kebun Desa Air Bulin, Kecamatan Kelapa, Bangka Barat, Kamis (11/6/2026) siang.
Sementara di dalam garis polisi, sejumlah anggota kepolisian tampak sibuk mengevakuasi mayat seorang pria yang terlihat bersandar menghadap ke pohon sawit dengan posisi tubuh sedikit mirik ke kiri
Kaki mayat tersebut yang masih menyentuh tanah dan di sebelahnya, terdapat sepasang sandal jepit warna putih dengan tali warna kuning.
Anggota kepolisian yang melakukan evakuasi secara perlahan memotong tali yang menjerat leher mayat pria tersebut dan diikatkan ke sela salah satu pelepah pohon sawit.
Ada pula anggota polisi yang menahan bagian tubuh mayat yang langsung bergerak ketika tali tersebut dipotong.
Pantauan Bangkapos.com, pada bagian kaki dan punggung tangan mayat tersebut terdapat luka lecet.
Setelah dievakuasi, mayat tersebut langsung dimasukan ke dalam kantong jenazah dan dibawa menggunakan ambulans menuju Puskesmas Kelapa untuk proses identifikasi lebih lanjut.
Pria Teridentifikasi Warga Garut
Berdasarkan identitas pada KTP yang ditemukan pada dompet milik mayat tersebut.
Identitas mayat tersebut merupakan seorang pria bernama Yana Mulyana berumur 33 tahun.
KTP tersebut menunjukan asal korban yang diketahui berasal dari Kecamatan Tarogong Kidul, Kabupaten Garut, Jawa Barat.
Kapolsek Kelapa, Iptu Dahri saat diwawancarai Bangkapos.com mengatakan bahwa adanya informasi penemuan mayat tersebut sebelumnya dilaporkan oleh warga sekira pukul 10.00 WIB tadi.
Pihaknya kemudian langsung menuju TKP untuk mengamankan lokasi dan berkoordinasi dengan tim Inafis Polres Bangka Barat.
“Memang benar tampak luka-luka pada bagian tubuhnya, khususnya pada kaki dan mungkin beberapa area lainnya yang akan kami lakukan visum,” jelas Iptu Dahri.
Kata dia, adapun tali yang menjerat leher mayat pria tersebut dilihat secara sepintas seperti tali sepatu.
“Kalau kita secara sepintas melihatnya, itu sepertinya tali sepatu,” sambungnya.
Kendati demikian, pihaknya dari kepolisian belum bisa menyimpulkan sebab kematian dari pria tersebut, termasuk ada atau tidaknya dugaan pembunuhan.
“Kami sementara ini belum bisa berandai-andai. Kami akan memastikan dulu seperti apa dari hasil visum,” tambahnya.
(Bangkapos.com/Arya Bima Mahendra)