Hubungan AS-Iran Kembali Memanas: Trump Ancam Bombardir dan Rebut Pusat Minyak Pulau Kharg Malam Ini
Pipit Maulidya June 12, 2026 12:32 AM

 

SURYA.CO.ID - Perang Amerika Serikat, Israel dan Iran kembali memanas

Presiden AS Donald Trump secara terbuka mengumumkan rencana militernya untuk meluncurkan serangan besar-besaran ke wilayah Iran pada Kamis malam (11/6/2026).

Target utama dalam operasi ini adalah Pulau Kharg, yang dikenal sebagai pusat ekspor minyak utama milik Teheran.

"Kita akan melancarkan serangan dahsyat terhadap Iran malam ini," ujar Trump dalam pernyataan resminya, Kamis (11/6/2026).

Pulau Kharg merupakan sebuah pulau kecil di bagian utara Teluk Persia yang berjarak sekitar 55 kilometer dari pelabuhan Bushehr.

Meski wilayahnya tergolong kecil, signifikansi pulau ini sangat besar bagi perekonomian Iran karena menampung infrastruktur terminal minyak industri, tangki penyimpanan, serta fasilitas pesisir utama.

Trump menegaskan bahwa AS berambisi mengambil alih penuh kendali atas komoditas energi negara tersebut, berkaca pada strategi yang pernah diterapkan Amerika terhadap Venezuela.

"Dalam waktu dekat, kita akan merebut Pulau Kharg Iran dan infrastruktur minyak lainnya, dan kita akan sepenuhnya mengendalikan pasar minyak dan gas mereka, seperti yang telah kita lakukan dengan Venezuela," lanjut Trump.

Menurut kalkulasi pihak Washington, kekuatan militer Iran saat ini sudah sangat tereduksi.

Trump mengeklaim Iran telah kehilangan armada angkatan laut, angkatan udara, radar, pertahanan udara, hingga sebagian besar kemampuan ofensifnya setelah AS sempat menghancurkan target militer di Kharg pada Maret lalu.

Secara strategis, keberhasilan menguasai Pulau Kharg diyakini dapat mencekik jalur ekonomi Teheran sekaligus menjadi alat tawar-menawar (bargaining chip) agar Iran bersedia membuka Selat Hormuz.

Kendati demikian, sejumlah analis memperingatkan adanya risiko besar mengingat pasukan pendaratan AS harus menempuh jarak yang cukup jauh melalui jalur laut maupun udara.

Baca juga: Hubungan Iran-AS Mandek: Teheran Tuntut Trump Cairkan Dana USD 24 Miliar sebagai Bukti Keseriusan

Reaksi Global: Rusia dan Arab Saudi Desak Deeskalasi

Rencana agresi militer teranyar ini memicu kekhawatiran global.

Kremlin melalui Juru Bicara Dmitry Peskov langsung menyerukan agar kedua belah pihak menahan diri dan segera kembali ke meja perundingan.

Moskow memperingatkan bahwa konflik bersenjata ini tidak hanya merusak stabilitas regional Timur Tengah, melainkan juga berpotensi menghantam perekonomian global.

"Kami prihatin tentang hal ini, dan kami menyerukan kepada semua pihak yang terlibat dalam konflik ini untuk menahan diri dan kembali ke jalur negosiasi," tegas Dmitry Peskov dalam konferensi pers, Kamis (11/6/2026).

"Babak baru peningkatan ketegangan ini dapat menyebabkan konsekuensi negatif tambahan bagi situasi di kawasan tersebut dan bagi perekonomian internasional secara umum," tambahnya.

Senada dengan Rusia, Kerajaan Arab Saudi melalui Kementerian Luar Negerinya mendesak agar dialog yang ditengahi oleh Pakistan dan didukung oleh Qatar terus dilanjutkan.

Di sisi lain, Riyadh juga mengecam tindakan provokasi Iran sebelumnya yang sempat menyasar pangkalan militer Amerika Serikat di Yordania, Bahrain, dan Kuwait.

Kronologi Singkat Perang AS-Israel vs Iran

28 Februari 2026: Perang pecah setelah AS dan Israel melancarkan serangan ke fasilitas strategis Iran akibat kebuntuan negosiasi program nuklir di Jenewa.

Maret–April 2026: Pemimpin Tertinggi Iran Ali Khamenei wafat di awal konflik dan posisinya diteruskan oleh Mojtaba Khamenei. Konflik sempat mereda lewat gencatan senjata sementara pada

8 April 2026 yang dimediasi Pakistan.

9 Juni 2026: Ketegangan kembali tersulut setelah sebuah helikopter Apache milik Angkatan Darat AS jatuh di dekat Selat Hormuz.

11 Juni 2026: Komando Pusat AS (CENTCOM) mengonfirmasi serangan balasan baru atas arahan langsung Trump, yang direspons Teheran dengan klaim penutupan kembali Selat Hormuz, meski klaim penutupan tersebut dibantah oleh Washington.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.