Piala Dunia 2026 Resmi Dimulai, Belanda dan Jepang Dinilai Bisa Guncang Dominasi Tim Favorit
Hasiolan Eko P Gultom June 11, 2026 11:24 PM

Piala Dunia 2026 Resmi Dimulai, Belanda dan Jepang Dinilai Bisa Guncang Dominasi Tim Favorit

 

TRIBUNNEWS.COM - Piala Dunia 2026 resmi dimulai pada Kamis (11/6/2026) malam WIB. 

Turnamen sepak bola terbesar di dunia itu dibuka di Estadio Azteca, Mexico City, Meksiko, dengan laga perdana yang mempertemukan tuan rumah Meksiko melawan Afrika Selatan, mengulang partai pembuka Piala Dunia 2010.

Edisi kali ini menjadi sejarah baru karena untuk pertama kalinya Piala Dunia digelar di tiga negara, yakni Amerika Serikat, Meksiko, dan Kanada.

Baca juga: Suporter Brasil di Indonesia Wajib Tahu, Ini Peluang Neymar Main di Laga Perdana Kontra Maroko

Selain itu, jumlah peserta juga bertambah dari 32 menjadi 48 negara, membuat persaingan diperkirakan semakin terbuka.

Pada fase grup, 48 peserta dibagi ke dalam 12 grup yang masing-masing berisi empat tim. Juara dan runner-up grup, ditambah delapan peringkat ketiga terbaik, akan lolos ke babak 32 besar.

Format baru ini memberi peluang lebih besar bagi tim nonunggulan untuk melangkah jauh dan menciptakan kejutan.

Sejumlah kekuatan tradisional seperti Brasil, Argentina, Prancis, Jerman, dan Spanyol tetap menjadi kandidat juara.

Namun, banyak pihak menilai Piala Dunia 2026 berpotensi menghadirkan cerita berbeda dengan munculnya tim-tim kuda hitam yang siap mengguncang peta persaingan.

Dewan Pembina Garudayaksa FC Academy, Fary Djemy Francis, menilai era dominasi negara-negara besar mulai menghadapi tantangan serius.

Menurutnya, perkembangan teknologi pelatihan, sport science, analisis data, dan globalisasi kompetisi sepak bola telah memperkecil jarak kualitas antarnegara.

"Kini, keberhasilan tidak lagi semata ditentukan oleh nama besar, tetapi oleh kualitas sistem, kedalaman skuad, dan kemampuan beradaptasi.

Dalam konteks tersebut, Belanda dan Jepang layak disebut sebagai dua kekuatan disruptif Piala Dunia 2026," kata Fary.

Belanda Dinilai Punya Modal Besar

Fary menilai Belanda memiliki fondasi sepak bola yang kuat, filosofi permainan yang matang, dan tradisi panjang melahirkan pemain kelas dunia.

Meski tidak selalu masuk dalam daftar favorit utama, tim Oranye dinilai sering tampil efektif ketika ekspektasi publik tidak terlalu tinggi.

"Dengan kombinasi pemain senior dan generasi baru yang matang di liga-liga elite Eropa, Belanda berpotensi menjadi silent contender yang perlahan menyingkirkan para unggulan hingga mencapai partai puncak," ujarnya.

Dalam pembagian grup Piala Dunia 2026, Belanda juga dinilai memiliki peluang membangun momentum sejak fase awal kompetisi sebelum menghadapi lawan-lawan yang lebih berat di fase gugur.

Jepang Dianggap Wakil Masa Depan Sepak Bola Dunia

Sementara itu, Jepang dinilai menghadirkan model pembangunan sepak bola yang berbeda.

Menurut Fary, kekuatan Jepang tidak hanya bertumpu pada individu berbakat, tetapi pada disiplin kolektif, investasi jangka panjang, pembinaan pemain muda, dan budaya kerja yang konsisten.

Saat ini, Jepang telah berkembang menjadi salah satu representasi sepak bola Asia yang modern dan mampu bersaing dengan negara-negara elite.

"Yang menarik, jika Belanda mewakili evolusi kekuatan sepak bola tradisional Eropa, maka Jepang mewakili masa depan sepak bola global yang berbasis sistem. Dalam beberapa tahun terakhir, Jepang telah membuktikan mampu mengalahkan tim-tim elite dunia," katanya.

Ia menilai semakin tipisnya jarak antara negara favorit dan nonfavorit membuat format baru Piala Dunia 2026 semakin menarik.

"Karena itu, saya melihat Piala Dunia 2026 bukan sekadar pertarungan memperebutkan trofi, melainkan pertarungan antara tradisi dan inovasi. Jika negara-negara favorit gagal beradaptasi dengan dinamika baru turnamen, maka peluang lahirnya juara kejutan akan semakin terbuka," lanjutnya.

Belanda Dijagokan Jadi Juara

Menurut Fary, Spanyol dan Prancis tetap menjadi kandidat kuat peraih gelar juara. Namun, ia justru menjagokan Belanda untuk menjadi kampiun Piala Dunia 2026.

"Apabila terjadi kejutan besar, maka Belanda memiliki peluang menjadi juara baru pertama dari Eropa Barat dalam era modern. Sedangkan Jepang berpotensi menciptakan sejarah sebagai negara Asia pertama yang mengangkat trofi Piala Dunia," ujarnya.

Ia menambahkan, jika skenario tersebut benar-benar terjadi, Piala Dunia 2026 akan dikenang sebagai titik awal lahirnya tatanan baru sepak bola dunia.

"Bukan lagi tentang mempertahankan dominasi lama, tetapi tentang bagaimana kualitas sistem, inovasi, dan kemampuan bertransformasi menjadi penentu keberhasilan, bukan semata-mata reputasi masa lalu," tutupnya.

 


© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.