Harga Emas di Pasar Kembali Anjlok, Begini Rincian Harganya
Kamardi Fatih June 11, 2026 11:52 PM

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Di tengah dinamika ekonomi, emas tetap menjadi primadona untuk menjadi salah satu investasi yang diyakini tahan terhadap inflasi.

Hal ini dibuktikan dengan tetap meningkatnya animo masyarakat untuk bisa memiliki emas dengan cara mencicil emas logam mulia.

Terkini harga emas Antam, Kamis (11/6/2026) dipatok Rp 2.689.000 per gram, sementara di pertokoan emas Sentra Antasari, harga emas 999 Rp 2.425.000 per gram. 

Raudah, pemilik Galery Annisa Gold, Kertak Hanyar, mengatakan, dalam sepekan terakhir harga LM Antam turun harga. "Kamis ini turun Rp 24.000 per gram, dari harga kemarin Rp 2.713.000 per gram," ujarnya.

Hal yang sama juga diakui, H Gurdani, emas perhiasan juga anjlok dibandingkan hari sebelumnya, Rp 25 ribu per gram. "Bagi yang ingin investasi emas kesempatan untuk membeli," katanya.

Sementara, BSI mencatat pertumbuhan positif di bisnis emas. Tercatat hingga April 2026, cicil emas tumbuh mencapai 97,9 secara year on year mencapai Rp 16,93 triliun.

Peningkatan tersebut menunjukkan, semakin banyak masyarakat yang memahami pentingnya diversifikasi investasi serta melihat emas sebagai alternatif instrumen yang aman untuk mencapai tujuan keuangan jangka menengah maupun panjang.

Direktur Sales & Distribution BSI, Anton Sukarna mengatakan, emas masih memiliki daya tarik bagi masyarakat yang ingin melakukan investasi syariah di instrumen yang aman dan diyakini tahan terhadap inflasi. "Potensi inilah yang kami garap untuk memperluas jangkauan nasabah emas BSI," ujarnya.

Layanan cicil emas diminati semua kalangan mulai dari gen Z, milenial maupun baby boomers. Hal ini juga didorong berbagai faktor diantaranya jangka waktu yang bisa dipilih, angsuran yang disesuaikan, serta logam mulia Antam & BSI Gold menjadi daya tarik nasabah.

Anton mengatakan, emas bisa jadi asset untuk kebutuhan mendesak/jangka panjang seperti biaya sekolah, pergi haji maupun buat anak-anak muda persiapan pernikahan. “Untuk itu, kami menyiapkan berbagai ukurang gramase emas logam mulia mulai dari 5 gram emas hingga 100 gram,” katanya.

Untuk memperkuat ekosistem emas, sebagai Bank Bulion saat ini BSI juga bekerjasama dengan Aantam terkait pasokan stok emas yang harapannya meningkatkan Kerja sama ini bukan sekadar kelanjutan, melainkan ekspansi agresif dari sinergi yang sudah terbangun dalam kurun waktu lebih dari 10 tahun.  

Langkah ini menjadi bukti keseriusan mendorong Astacita Pemerintah melalui monetisasi emas dan ekosistem emas yang berkelanjutan. Selama 2025, BSI menyerap lebih dari 60 persen porsi penjualan emas Antam pada kategori pihak berelasi. Adapun secara total keseluruhan penjualan emas Antam, BSI menyerap sekitar 11 persen. (Banjarmasinpost.co.id/Salmah Saurin)  

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.