Kota Tegal Boyong Delapan Kali Berturut-turut WTP atas Laporan Keuangan
deni setiawan June 12, 2026 12:55 AM

TRIBUNJATENG.COM, TEGAL – Kota Tegal kembali meraih opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) atas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) Tahun 2025.

Predikat ini sekaligus menjadi capaian kedelapan kalinya secara berturut-turut bagi Pemkot Tegal.

Penyerahan Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) dilakukan oleh Kepala BPK Perwakilan Jawa Tengah, Ahmad Luthfi H Rahmatullah dan diterima Wakil Wali Kota Tegal, Tazkiyyatul Muthmainnah bersama Ketua DPRD Kusnendro di Ruang Auditorium Lantai 3 BPK Perwakilan Provinsi Jawa Tengah, Semarang, Kamis (11/6/2026).

Turut mendampingi Sekda Kota Tegal Agus Dwi Sulistyantono, Inspektur Kota Tegal Budi Hartono, serta Kepala Bakeuda Kota Tegal Siswoyo.

Baca juga: Pemkot Tegal Ajak Masyarakat Bergerak Nyata untuk Iklim di Peringatan Hari Lingkungan Hidup 2026

• 6.873 Pelaku Usaha Belum Bersertifikasi Halal, Pemkot Tegal Bersama BPJPH Wujudkan Ekosistem Halal

Kepala BPK Perwakilan Provinsi Jawa Tengah menjelaskan bahwa pemeriksaan semester I tahun 2026 dilaksanakan sesuai amanat UU Nomor 17 Tahun 2003, UU Nomor 1 Tahun 2004, dan UU Nomor 15 Tahun 2004.

Pemeriksaan dilakukan berdasarkan standar pemeriksaan keuangan negara dengan empat aspek penilaian kesesuaian standar akuntansi, efektivitas pengendalian internal, kepatuhan terhadap peraturan dan kecukupan pengungkapan laporan.

Pihaknya menyebut tiga tahap penyampaian laporan telah dilaksanakan yakni pertama ke Pemprov Jateng pada Sidang Paripurna DPRD pada Senin (8/6/2026), kemudian Rabu (10/6/2026) ada tiga entitas yang sudah diserahkan dan Kamis (11/6/2026) diserahkan kepada 32 entitas di Jawa Tengah telah selesai diperiksa dan memperoleh opini WTP.

Wakil Wali Kota Tegal, Tazkiyyatul Muthmainnah menyampaikan terima kasih kepada seluruh jajaran Pemkot Tegal, DPRD, dan stakeholder atas dukungan yang diberikan.

“Mari terus menjaga integritas dan berkomitmen mewujudkan pengelolaan tata keuangan daerah yang transparan, akuntabel, dan sesuai perundangan,” ujarnya.

Dia menegaskan, capaian WTP bukanlah tujuan akhir, melainkan sarana untuk memastikan pengelolaan keuangan daerah benar-benar memberi manfaat bagi masyarakat melalui peningkatan pelayanan publik, pembangunan infrastruktur, penguatan keuangan daerah, dan kesejahteraan masyarakat.

Tazkiyyatul menambahkan, tantangan ke depan masih besar.

Salah satunya adalah masih terdapat 17.599 warga Kota Tegal yang belum masuk dalam desil manapun.

Hal ini menjadi evaluasi bersama agar pengelolaan keuangan daerah lebih tepat sasaran.

“Capaian ini menjadi motivasi untuk memperkuat sistem pengendalian internal, kualitas penganggaran dan perencanaan, serta penerapan prinsip value for money yang efektif, efisien, dan tepat sasaran,” tegasnya.

Wakil Wali Kota juga menyampaikan terima kasih kepada BPK Perwakilan Provinsi Jawa Tengah atas arahan, bimbingan, dan pendampingan sehingga Pemkot Tegal kembali meraih opini WTP untuk kedelapan kalinya.

“Terima kasih juga kepada seluruh OPD di lingkungan Pemkot Tegal yang telah bekerja keras menjaga akuntabilitas keuangan daerah,” pungkasnya. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.