Bupati Tak Tahu, Dinkes Brebes Habiskan 129 Juta Rapat Sambil Naik Jeep
Daniel Ari Purnomo June 12, 2026 01:07 AM

TRIBUNBANYUMAS.COM, BREBES - Di tengah upaya pemerintah yang sedang menggencarkan ikat pinggang alias efisiensi anggaran, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Brebes justru menganggarkan dana sebesar Rp129,3 juta untuk biaya rapat di luar kota.

Berdasarkan data dari laman Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE) melalui tautan https://spse.inaproc.id/brebeskab, anggaran tersebut secara spesifik tercantum untuk membiayai kegiatan rapat atau pertemuan di luar kantor. Paket pengadaan ini memiliki nomor 10883246000.

Pagu anggaran senilai Rp129.350.000 tersebut tercatat bersumber dari APBD 2026. Lelang kegiatan ini dimenangkan oleh penyedia jasa Dita Surya Pratama yang beralamat di Jalan Kota Baru Raya RT 007/RW 019, Brebes. Hasil penawaran awalnya berada di angka Rp129.241.740, yang kemudian disepakati melalui hasil negosiasi menjadi Rp128.998.650.

Dengan kucuran dana miliaran tersebut, pihak penyedia jasa sebagai pemenang pelaksana pekerjaan diminta untuk mengakomodasi biaya pendampingan, koordinasi, dan evaluasi Pemeriksaan Kesehatan Gratis (CKG) tingkat kabupaten. Fasilitas yang harus disiapkan oleh pihak rekanan antara lain adalah: menyiapkan penginapan fullboard sesuai dengan spesifikasi teknis, menyiapkan meeting room (ruang rapat) sesuai dengan spesifikasi teknis, serta menyiapkan kebutuhan makan minum sesuai dengan volume pekerjaan.

Kegiatan rapat dinas tersebut dilaksanakan di wilayah Kabupaten Karanganyar selama dua hari, yakni pada tanggal 4-5 Juni 2026.

Namun, alih-alih murni melakukan evaluasi dan rapat kerja, para peserta yang terdiri dari perwakilan tenaga kesehatan (nakes) dari seluruh puskesmas di Brebes itu ternyata kedapatan menyempatkan diri berwisata dengan menaiki mobil jip (jeep).

Hal yang lebih mengejutkan lagi, saat Bupati Brebes Paramitha Widya Kusuma dikonfirmasi mengenai kegiatan ini, ia mengaku sama sekali tidak mengetahui jika Dinkes Brebes melakukan perjalanan rapat dinas ke luar kota.

Dikonfirmasi secara terpisah mengenai hal ini, Kepala Dinas Kesehatan Brebes, dr. Heru Padmono, M.Kes., mengatakan bahwa kegiatan tersebut sejatinya bertujuan untuk melakukan penekanan program Cek Kesehatan Gratis (CKG).

"Jadi intinya itu dana bukan dari APBD tapi dari Dana Alokasi Khusus (DAK) yang sudah ada aturan petunjuk teknis," jelasnya.

"Peserta yang mengikuti dari kepala Puskesmas dan tim CKGnya tingkat kabupaten itu pesertanya. 5 nakes kali 38 Puskesmas," paparnya mengurai jumlah peserta.

"Itu kan program pemerintah pusat makanya itu anggrannya pusat," ujarnya saat ditemui Tribunjateng.com pada Kamis (11/06/2026) di ruang kerjanya.

dr. Heru juga menyebutkan bahwa dipilihnya Kabupaten Karanganyar sebagai lokasi acara merupakan penyesuaian dengan porsi anggaran yang ada.

"Anggarankan sudah dipatok segitu, jadi kita ya mengira-ngira yang mampu di jangkau, pelaksanaanya Jumat-Sabtu pekan lalu menginap," ungkapnya.

Pihaknya justru berdalih bahwa kegiatan rapat ke luar kota tersebut merupakan sebuah langkah efisiensi. Pasalnya, pihak dinas mengklaim bisa sekalian meninjau tim kesehatan haji yang sedang bertugas di kawasan Asrama Haji Donohudan.

"Sekaligus agar kami, dinas itu bisa nguyup-nguyup juga ke donohudan (Asrama haji), kan saat itu acaranya juga ada kegiatan penjemputan jamaah haji, jadi saya dan kepala bidang bisa sekaligus, itu efesiensinya itu justru," klaimnya.

"Saya bisa menengok tim kesehatan yang bertugas disitu, jadi tidak pakai anggaran lagi," jelasnya.

Lebih lanjut, dr. Heru juga membeberkan bahwa anggaran DAK dari pusat tersebut memang harus diserap dan digunakan ketimbang nantinya hangus atau dikembalikan.

"Kalau DAK itu beda, kalau APBD kita bisa melakukan penggeseran. Kalau DAK itu sudah di pagu, kalau ndak digunakan berarti hangus harus digunakan. Dana dari Kementrian Kesehatan yang sudah diajukan sejak tahun 2025," bebernya.

Pihaknya juga berkelit jika dalam perjalanan luar kota tersebut mereka sekalian mensosialisasikan program prioritas milik Bupati Brebes, yakni program nakes 'door to door'.

"Sekaligus efesiesni anggaran sosialisasi programnya Bupati Nakes door to door," tuturnya.

Saat Tribunjateng.com menyinggung apakah acara itu sengaja digelar sekaligus untuk jalan-jalan berwisata para nakes, ia pun tidak membantahnya.

"Ya kue tah kabeh, dimanapun ya kaya kue," ungkap dr. Heru secara terus terang. (Pet)

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.