TRIBUNKALTARA.COM, TANA TIDUNG - Perusahaan Umum (Perum) DAMRI melayani angkutan penumpang rute Kabupaten Tana Tidung (KTT) -Tanjung Selor, Kabupaten Bulungan, dengan jadwal keberangkatan pagi setiap hari.
Terminal DAMRI yang menjadi titik kumpul keberangkatan penumpang berada di Jalan Perintis, Tideng Pale, Kecamatan Sesayap, Kabupaten Tana Tidung, Kalimantan Utara ( Kaltara ) tepat di depan kantor PUPR Perkim Tana Tidung.
Penumpang maupun sopir DAMRI yang akan bertandang dari Tana Tidung menuju Tanjung Selor atau sebaliknya diimbau untuk berhati-hati mengingat banyaknya Tembung rawan longsor yang akan dilalui selama perjalanan.
Hal ini disampaikan Kepala Dinas Perhubungan ( Dishub ) Tana Tidung Arief Prasetiawan kepada TribunKaltara.con saat ditemui di kantornya Jalan Perintis, Tideng Pale, Kecamatan Sesayap, Kabupaten Tana Tidung, Kalimantan Utara (Kaltara).
Baca juga: Pemkab Tana Tidung Siapkan 20 Hektare Lahan Bagi IAIN, Luasannya Melebihi yang Pernah Disampaikan
"Untuk sopir maupun penumpang kami imbau selalu utamakan keselamatan selama di perjalanan, apalagi medan yang kita lalui itu cukup sulit terutama saat musim hujan," ujar Arief.
DAMRI rute KTT-Tanjung Selor diberangkatkan pada pukul 09.30 WITA, Jumat (12/6/2026).
Selain jadwal keberangkatan, DAMRI juga menetapkan tarif berbeda menyesuaikan titik naik dan turun penumpang di sepanjang rute tersebut.
Untuk rute dari wilayah Tana Tidung menuju Tanjung Selor, tarif DAMRI sebagai berikut:
Layanan DAMRI ini menjadi salah satu moda transportasi andalan masyarakat yang menghubungkan Kabupaten Tana Tidung dengan ibu kota Provinsi Kalimantan Utara, baik untuk keperluan kerja, pendidikan, maupun aktivitas ekonomi lainnya.
Masyarakat diimbau untuk datang lebih awal ke titik keberangkatan guna menghindari keterlambatan serta memastikan ketersediaan kursi.
Kapasitas layanan DAMRI dari Tana Tidung menuju Tanjung Selor dapat menampung hingga 45 orang penumpang.
Adapun durasi perjalanan yang akan ditempuh dari Kecamatan Sesayap menuju Tanjung Selor akan memakan waktu berkisar kurang lebih empat jam lamanya. (*)
Penulis : Rismayanti