ASDP akan Ganti Dermaga Ponton Menjadi MB di Pelabuhan Ketapang, Kapasitas Naik Jadi 50 Ton
Haorrahman June 12, 2026 10:57 AM

 

TRIBUNJATIMTIMUR.COM, Banyuwangi - PT ASDP Indonesia Ferry peningkatan infrastruktur di Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi, dengan mengubah dermaga ponton menjadi movable bridge (MB) tahun ini. Proyek tersebut ditargetkan memperkuat kapasitas layanan dan memperlancar arus penyeberangan kapal feri di lintas Jawa–Bali.

Saat ini, Pelabuhan Ketapang memiliki delapan dermaga. Dari total tersebut, hanya tersisa satu dermaga dengan tipe ponton. Dibandingkan dermaga jenis movable bridge maupun Landing Craft Mechanized (LCM), dermaga ponton memiliki kemampuan operasional yang lebih terbatas.

Baca juga: Viral Vespa Adang Truk Tangki Ngeblong di depan Pelabuhan Ketapang Banyuwangi, Sopir Beri Penjelasan

General Manager ASDP Cabang Ketapang, Arief Eko, mengatakan proses peningkatan dermaga telah memasuki tahap lelang dan menunggu penyelesaian proses di tingkat pemerintah pusat sebelum pekerjaan konstruksi dimulai.

“Jika proses lelang lancar, bulan Juli sudah bisa mulai pengerjaan,” kata Arief, Kamis (11/6/2026).

Baca juga: Angkut Beras dan Minyak Goreng untuk Gili Ketapang, Kapal Bahari Makmur Tenggelam di Probolinggo

Kendaraan Besar

Menurut Arief, dermaga movable bridge yang akan dibangun nantinya dirancang memiliki kapasitas lebih besar dibanding dermaga MB yang saat ini beroperasi di Pelabuhan Ketapang.

Saat ini, dermaga MB yang tersedia memiliki kapasitas sekitar 30 ton. Setelah peningkatan selesai, kapasitas dermaga baru ditargetkan mencapai 50 ton.

“Nantinya dermaga MB yang akan dibangun itu akan berkapasitas 50 ton,” ujarnya.

Baca juga: Kapal Pengangkut Bantuan Pangan Probolinggo Karam di Gili Ketapang, 8 Ton Beras Tercecer ke Laut

Dengan peningkatan tersebut, dermaga akan dapat melayani kendaraan dengan konfigurasi sumbu tiga atau lebih, sehingga mendukung distribusi logistik dan mobilitas kendaraan berukuran besar.

Selain pembangunan dermaga, ASDP juga akan melakukan peningkatan pada jembatan akses menuju area sandar. Langkah ini dilakukan agar arus kendaraan besar menuju dan keluar dermaga dapat berjalan lebih optimal.

Target Sebelum Libur Nataru

ASDP menargetkan pembangunan dermaga selesai sebelum Desember 2026 agar fasilitas baru dapat dioperasikan saat periode libur panjang Natal dan Tahun Baru (Nataru), yang biasanya menjadi salah satu puncak mobilitas penyeberangan Jawa–Bali.

Pengembangan di Pelabuhan Ketapang juga menjadi bagian dari rencana penyesuaian fasilitas di sisi seberang, yakni Pelabuhan Gilimanuk, Bali. Karena sistem dermaga di lintas Jawa–Bali saling terhubung, peningkatan kapasitas di Ketapang perlu diimbangi dengan pengembangan fasilitas di Gilimanuk.

Namun, hingga kini pembangunan di Gilimanuk masih menghadapi sejumlah tantangan, termasuk persoalan ketersediaan lahan.

“Dengan pembangunan dermaga di Ketapang, kami juga harus menambah dermaga di Gilimanuk. Tapi sekarang masih terkendala lahan,” tambah Arief.
 

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.