BANGKAPOS.COM, BANGKA – Harga tandan buah segar (TBS) kelapa sawit petani mandiri di Kabupaten Bangka Selatan terpantau relatif stabil, Kamis (11/6/2026).
Mayoritas Pabrik Kelapa Sawit (PKS) mempertahankan harga pembelian dari hari sebelumnya, sementara hanya satu perusahaan yang mencatat kenaikan harga. Di tingkat petani, harga TBS berada pada kisaran Rp2.708 hingga Rp2.808 per kilogram.
Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Bangka Selatan, Risvandika mengatakan perkembangan harga TBS pada periode tersebut menunjukkan kondisi yang cenderung stabil di sebagian besar PKS.
Hanya PT Bumi Sawit Sukses Pratama (BSSP) Simpang Rimba yang mencatatkan perubahan harga dibandingkan pabrik lainnya. Kondisi tersebut menjadi gambaran bahwa pasar sawit di daerah masih bergerak relatif terkendali.
“Secara umum mayoritas pabrik kelapa sawit di wilayah tersebut terpantau mempertahankan harga beli dari hari sebelumnya,” kata dia kepada Bangkapos.com.
Risvandika menjelaskan, stabilitas harga terjadi pada empat pabrik kelapa sawit utama. PT Mentari Sawit Makmur (MSM) Desa Ranggas menetapkan harga tertinggi yang tetap berada di angka Rp3.070 per kilogram. Sementara PT Banka Agro Plantari (BAP) Bedengung juga mempertahankan harga di level Rp3.100 per kilogram sebagai harga tertinggi di wilayah tersebut.
Stabilitas harga juga terjadi pada PT Tama Buana Jaya (TBJ) Desa Jeriji dan PT Bhumi Palmindo Kencana (BPK) Desa Payung. Kedua pabrik tersebut sama-sama mempertahankan harga di level Rp3.050 per kilogram tanpa mengalami perubahan dibandingkan hari sebelumnya. Kondisi ini menunjukkan tidak adanya tekanan signifikan terhadap harga beli TBS di sejumlah PKS utama.
“Stabilitas harga di angka Rp3.050 per kilogram juga tercatat pada dua pabrik lainnya,” jelas Risvandika.
Satu-satunya perubahan harga tercatat pada PT Bumi Sawit Sukses Pratama (BSSP) Simpang Rimba yang mengalami kenaikan tipis.
Harga TBS kategori Tenera di pabrik tersebut naik Rp30 dari Rp3.020 menjadi Rp3.050 per kilogram atau meningkat sekitar 0,99 persen. Selain itu, BSSP juga menetapkan harga khusus untuk buah kategori Dura sebesar Rp2.485 per kilogram.
“Pabrik ini mengalami kenaikan sebesar Rp30 dari harga kemarin menjadi Rp3.050 per kilogram untuk kategori Tenera,” sebutnya.
Risvandika menambahkan, meski pergerakan harga relatif stabil, kondisi tersebut tetap memberikan kepastian bagi petani dalam menjual hasil panen.
Stabilitas harga dinilai penting untuk menjaga ritme usaha perkebunan rakyat di tengah fluktuasi pasar komoditas. Pemerintah daerah berharap kondisi ini dapat terus terjaga agar tidak merugikan petani sawit swadaya.
“Ini menjadi gambaran bahwa pasar sawit di daerah masih bergerak relatif terkendali,” ucap Risvandika.
(Bangkapos.com/Cepi Marlianto)