Efek Rupiah Melemah, Harga Bawang Putih di Pasaran Pekanbaru Naik Nyaris 100 Persen
Sesri June 12, 2026 12:29 PM

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Bukan hanya kedelai, dampak pelemahan rupiah terhadap dolar juga terasa pada bahan pokok lainnya, yang cukup dikeluhkan warga dan pelaku kuliner di antaranya kenaikan harga bawang putih.

Tanaman rempah yang diimpor dari Tiongkok ini di pasaran Pekanbaru kini berada di kisaran harga Rp 45 ribu/Kg.

Naik dari sebelumya di harga Rp 28 ribu.

Menurut Ida, seorang pedagang di Pasar Rumbai, kenaikan harga ini bertahap terjadi dalam dua minggu terakhir.

"Yang paling tinggi itu kenaikan bawang putih, kalau bawang merah justru turun, dari Rp 45 ribu/Kg sekarang Rp 38 ribu, bawang merah kan produk lokal, dari Jawa sana," kata Ida, Jumat (12/6/2026).

Kenaikan harga tersebut cukup disayangkan pengusaha kuliner.

Katie misalnya, pedagang lauk pauk di Kecamatan Rumbai ini sangat bergantung pada bawang putih untuk meningkatkan rasa makanannya.

Baca juga: Harga Karet Meroket, Petani Kuansing Kembali Rawat Kebun dan Tingkatkan Produksi

Dalam sehari bisa menghabiskan 1 Kg bawang putih untuk semua masakannya, mulai dari makanan yang digulai, direbus hingga digoreng.

Bawang putih dinilai bisa menguatkan dan memberi rasa gurih di setiap masakan.

"Kalau bawang bombay mahal kita bisa ganti dengan bawang merah atau daun bawang, beda dengan bawang putih, gak ada yang bisa gantiin rasanya," ujar Katie.

Meski demikian, ia belum menaikkan harga jualnya karena ia yakin kenaikan harga ini tidak berlangsung selamanya.

"Ya kita doakan saja semuanya bisa normal kembali," harapnya.

(Tribunpekanbaru.com/Theo Rizky)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.