Imbas Harga Pertamax Meroket, Tarif Mobil Travel Palembang-Indralaya Kini Naik Rp40 Ribu
Odi Aria June 12, 2026 11:27 AM

SRIPOKU.COM- Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi jenis Pertamax menjadi Rp 16.650 per liter mulai dirasakan dampaknya oleh masyarakat dan pelaku usaha transportasi di Kota Palembang.

Kenaikan harga tersebut membuat biaya operasional kendaraan meningkat, terutama bagi pelaku usaha travel yang melayani perjalanan antardaerah di Sumatera Selatan.

Selain harus menghadapi kenaikan harga BBM, para sopir travel juga mengaku harus mengantre lebih lama untuk mendapatkan Pertalite maupun Solar sebagai alternatif bahan bakar yang lebih murah.

Salah seorang sopir travel, Ridwan, mengatakan kondisi tersebut berdampak langsung terhadap operasional usaha transportasi yang dijalankannya.

"Semuanya naik, kita harus antre lama untuk mendapatkan Pertalite dan Solar," ujar Ridwan saat ditemui di kawasan Loket Pasar 16 Ilir Palembang, Jumat (12/6/2026).

Menurutnya, kenaikan harga BBM membuat tarif perjalanan antardaerah ikut mengalami penyesuaian.

Untuk rute Palembang-Indralaya, tarif yang sebelumnya sekitar Rp 25 ribu kini naik menjadi Rp 35 ribu.

Sementara untuk tujuan yang berhenti di depan Universitas Sriwijaya (Unsri), tarif mencapai Rp 40 ribu per penumpang.

"Harga itu untuk stop yang ke timbangan, tapi kalau di depan Unsri Rp 40 ribu. Sedangkan untuk ongkos ke Prabumulih Rp 50 ribu, dan ke Kayuagung Rp 80 ribu," katanya.

Ridwan mengaku kini harus lebih cermat mengatur penggunaan bahan bakar agar biaya operasional tetap terkendali selama perjalanan.

Ia juga mengaku terpaksa beralih dari Pertamax ke Pertalite maupun Solar demi menekan pengeluaran.

"Saya biasanya pakai Pertamax, kini beralih ke Pertalite atau Solar. Harap turun lah harganya," ujarnya.

Meski demikian, tidak semua pelaku usaha transportasi langsung menaikkan tarif perjalanan.

Sejumlah loket travel di Palembang masih mempertahankan harga lama guna menjaga jumlah penumpang dan stabilitas layanan.

Amir, salah satu petugas loket travel di kawasan Jakabaring, mengatakan pihaknya belum melakukan penyesuaian tarif meskipun harga BBM mengalami kenaikan.

Menurutnya, perusahaan memiliki fasilitas pengisian bahan bakar sendiri sehingga biaya operasional masih dapat dikendalikan.

"Kita punya pom bensin sendiri, jadi kita ngisinya di sana. Karena itu kita masih mempertahankan harga lama," ujar Amir.

Ia menjelaskan tarif perjalanan dari Palembang menuju Pagar Alam masih berkisar Rp 100 ribu hingga Rp 120 ribu tergantung jenis kendaraan yang digunakan.

"Untuk yang mobil AC tarifnya Rp 120 ribu, sedangkan mobil yang lebih kecil dan tidak terlalu renggang Rp 100 ribu," jelasnya.

Menurut Amir, tarif Rp 100 ribu biasanya berlaku untuk kendaraan dengan titik pemberhentian terakhir di kawasan Talang Jawa, Pagar Alam.

Sementara itu, untuk perjalanan keluar Sumatera Selatan seperti tujuan Jakarta, tarif masih bervariasi tergantung jenis armada yang dipilih penumpang.

"Kalau ke Jakarta mulai dari Rp 300 ribu," katanya.

Para pelaku usaha transportasi berharap harga BBM dapat kembali stabil sehingga biaya operasional tidak terus meningkat dan tarif perjalanan tetap terjangkau bagi masyarakat

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.