Kecamatan Teriak: Sejarah Pemekaran, Potensi Geografis, dan Keunikan Budaya Dayak yang Memikat
Rivaldi Ade Musliadi June 12, 2026 11:32 AM

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, BENGKAYANG - Kabupaten Bengkayang, Kalimantan Barat, menyimpan segudang wilayah dengan karakteristik geografis dan budaya yang kaya. Salah satu yang menarik perhatian adalah Kecamatan Teriak.

Berada tak jauh dari pusat ibu kota kabupaten, Kecamatan Teriak menyimpan potensi alam tersembunyi, sejarah pemekaran wilayah yang krusial, hingga keunikan adat istiadat yang masih terjaga kokoh hingga hari ini.

Bagaimana profil lengkap, sejarah, serta kondisi geografis terupdate dari salah satu wilayah penyangga utama di Bumi Sebalo ini? Simak ulasan mendalam yang dirangkum dari data resmi Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kalimantan Barat serta laman resmi Pemerintah Kabupaten Bengkayang berikut ini.

Sejarah Pemekaran Kecamatan Teriak: Dari 7 Menjadi 18 Desa

Merujuk pada catatan sejarah tata kelola pemerintahan di website resmi Pemkab Bengkayang, Kecamatan Teriak merupakan wilayah hasil pemekaran dari Kecamatan Bengkayang (Kecamatan Induk).

Secara resmi, Kecamatan Teriak terbentuk pada tahun 2002 silam. 

Payung hukum pembentukannya didasarkan pada Peraturan Daerah (Perda) Kabupaten Bengkayang Nomor 4 Tahun 2001 tentang Pembentukan Kecamatan Teriak.

• Pesona Sungai Raya Kepulauan Bengkayang Surga Bahari Kalbar, Sejarah, Geografi, & Akulturasi Budaya

Pada awal berdirinya, wilayah administrasi Teriak terbilang ramping karena hanya membawahi 7 desa saja. 

Namun, seiring pesatnya pertumbuhan penduduk dan kebutuhan percepatan pelayanan publik, pemerintah daerah melakukan penataan ulang.

Melalui Perda Kabupaten Bengkayang Nomor 5 Tahun 2003, desa-desa di kawasan ini dimekarkan. 

Saat ini, Kecamatan Teriak secara administratif membawahi 18 desa, di antaranya:

Desa Ampar Benteng

Desa Bana

Desa Bangun Sari

Desa Teriak (sebagai pusat administrasi/ibu kota kecamatan)

(dan 14 desa lainnya)

Wilayah Perbukitan Subur dengan Curah Hujan Tinggi

Berdasarkan data geografis Kabupaten Bengkayang, Kecamatan Teriak terletak di zona daratan dan perbukitan yang subur. 

Wilayah ini tidak memiliki garis pantai, melainkan dikelilingi oleh topografi bergelombang yang menjadi bagian penting dari Daerah Aliran Sungai (DAS) Sambas.

Menurut rilis data statistik dari BPS Kalbar dan BPS Kabupaten Bengkayang, kawasan Teriak masuk dalam wilayah beriklim tropis basah dengan kelembaban udara yang relatif tinggi.

Data Menarik BPS: > Rata-rata curah hujan di wilayah Kecamatan Teriak tercatat cukup tinggi, yakni menyentuh angka berkisar 224 mm hingga lebih dari 300 mm pada bulan-bulan basah. 

Faktor geografis ini didukung oleh keberadaan vegetasi hutan tropis yang lebat, menjadikan tanah di Teriak sangat potensial untuk sektor pertanian, perkebunan sawit, dan karet.

Secara batas wilayah administratif, Teriak berbatasan langsung dengan beberapa titik strategis:

Utara: Berbatasan dengan Kecamatan Lumar / Ledo.

Selatan: Berbatasan langsung dengan wilayah Kabupaten Landak.

Barat: Berbatasan dengan Kecamatan Sungai Betung.

Timur: Berbatasan dengan Kecamatan Suti Semarang.

Keunikan Budaya dan Potensi Lokal di Kecamatan Teriak

Selain bentang alam perbukitannya yang sejuk dan hijau, keunikan utama dari Kecamatan Teriak terletak pada kerukunan adat istiadat masyarakatnya. 

Mayoritas penduduk di wilayah ini merupakan etnis Dayak (seperti Dayak Bekati dan Dayak Ahe) yang hidup berdampingan secara harmonis dengan etnis Melayu, Tionghoa, serta warga transmigran.

Budaya gotong royong dan ritual adat pasca-panen (Gawai Dayak atau Naik Dango) menjadi agenda tahunan yang rutin digelar di desa-desa wilayah Teriak. 

Keasrian budaya lokal ini berpadu manis dengan potensi agrowisata yang mulai dilirik oleh pemerintah daerah.

Melalui akses infrastruktur jalan yang terus dibenahi oleh Pemkab Bengkayang, konektivitas dari Kecamatan Teriak menuju pusat kota Bengkayang maupun ke arah Kabupaten Landak kini semakin terbuka lebar. 

Hal ini diharapkan mampu mendongkrak Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kabupaten Bengkayang yang saat ini terus digenjot penurunannya di sektor pendidikan dan ekonomi kreatif pedesaan. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.