Sosok Putra Tri Ramadani, Mahasiswa di Surabaya yang Ukir Sejarah Emas Panjat Tebing Dunia
Pipit Maulidya June 12, 2026 11:32 AM

 

SURYA.CO.ID - Nama Putra Tri Ramadani kini tengah menjadi perbincangan hangat di dunia olahraga internasional.

Atlet panjat tebing berbakat sekaligus mahasiswa Universitas Muhammadiyah Surabaya (UM Surabaya) ini mengukir sejarah besar di kancah internasional.

Putra menjadi atlet Indonesia pertama yang meraih medali emas nomor lead dalam sejarah World Climbing Series setelah tampil sebagai juara di Praha, Ceko, pada Senin (8/6/2026) dini hari.

Pada babak final World Climbing Series Praha 2026, Putra mencatatkan skor impresif 43.

Putra Tri Ramadani berhasil mengungguli pemanjat Jepang, Neo Suzuki yang meraih perak dengan skor 39, serta Jakob Schubert yang meraih perunggu dengan skor 37.

Awal Mula Mengenal Dinding Panjat

RATUSAN ATLET - Sebanyak 294 atlet dari 30 kabupaten/kota ambil bagian dalam Kejurprov Panjat Tebing Jawa Timur 2026 di lapangan Seger Jl Kertajaya Surabaya, Kamis-Minggu 7-10 Mei 2026.
RATUSAN ATLET - Sebanyak 294 atlet dari 30 kabupaten/kota ambil bagian dalam Kejurprov Panjat Tebing Jawa Timur 2026 di lapangan Seger Jl Kertajaya Surabaya, Kamis-Minggu 7-10 Mei 2026. (istimewa fpti jatim)

Sebelum menjalani aktivitasnya sebagai mahasiswa di Surabaya, pemilik akun Instagram @srondeng_26 ini mengaku mulai mengenal panjat tebing sejak duduk di bangku sekolah dasar.

Saat itu, ia mengikuti jejak kakak perempuannya yang lebih dahulu bergabung dengan Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) Kota Kediri.

“Saya dulu ikut pertama kali manjat sama kakak perempuan saya dan akhirnya dia keluar manjat di kelas 6 SD karena ada ujian nasional,” ujar Putra, Selasa (9/6/2026) dikutip dari Kompas.com

Sejak saat itu, ia rutin mengikuti latihan setiap sore sepulang sekolah dan menjadikan panjat tebing sebagai bagian dari aktivitas sehari-hari.

Putra mengenang fasilitas latihan yang digunakan saat awal menekuni olahraga tersebut sangat jauh dari ideal.

Media latihan yang digunakan berupa papan triplek dengan rangka besi yang sebagian sudah keropos. Jumlah pijakan atau holds yang tersedia juga sangat terbatas.

“Saya dulu memulai manjat dengan media yang kurang memadai,” kata alumni SDN Sukorame 1 Kota Kediri itu.

Meski demikian, keterbatasan fasilitas tidak menyurutkan semangatnya untuk terus berlatih dan mengembangkan kemampuan hingga akhirnya kini ia bisa menempuh studi dan berkarier di Surabaya.

Baca juga: Sosok Veda Ega Pratama, Pembalap Muda Indonesia Cetak Sejarah di Moto3 Brasil 2026

Anak Penjual Sayur

Putra lahir dan tumbuh dari keluarga sederhana di Kota Kediri. Ibunya bekerja sebagai penjual sayur, sedangkan ayahnya bekerja di toko bahan bangunan.

“Keluarga saya, ibu saya berjualan sayuran setiap pagi dan ayah saya bekerja di toko material bangunan,” ujarnya.

Menurut Putra, dukungan dan restu orang tua menjadi salah satu faktor penting yang membuatnya mampu bertahan, konsisten kuliah, dan berkembang hingga level internasional.

Salah satu pelatih Putra saat masih berlatih di FPTI Kota Kediri, Tri Wibowo, mengatakan bahwa bakat dan mental juara Putra sudah terlihat sejak dini. Ia telah menunjukkan semangat berlatih yang tinggi sejak masa kecilnya.

“Dulu gabung saat masih kecil sekitar kelas 4 SD. Istimewanya dia itu karena giat dan semangat berlatih meski dengan alat sederhana,” kata Tri.

Selain dikenal disiplin sebagai atlet sekaligus mahasiswa manajemen FEB, Putra juga dikenal memiliki karakter yang sangat rendah hati.

“Anaknya itu enggak neko-neko dan enggak sombong,” ujar Tri.

Target Selanjutnya Asian Games dan Olimpiade

Karier Putra berkembang melalui berbagai kejuaraan mulai tingkat kota, provinsi, hingga nasional. Ia pernah tampil dalam berbagai ajang seperti Kejuaraan Provinsi, Pekan Olahraga Provinsi (Porprov), hingga Pekan Olahraga Nasional (PON).

Kemampuannya terus meningkat setelah mengikuti pemusatan latihan daerah (puslatda) hingga kemudian bergabung dalam pemusatan latihan nasional (puslatnas). Bagi alumni SMAN Olahraga Sidoarjo ini, setiap kompetisi menjadi sarana belajar sekaligus mengukur kemampuan diri.

“Saya melihat hal-hal yang belum saya lihat sebelumnya. Saya sangat menikmati kompetisinya,” ujarnya.

Setelah mengukir sejarah di Praha, Putra kini membidik target yang lebih tinggi, yakni tampil dan berprestasi di ajang Asian Games 2026 serta Olimpiade Musim Panas 2028.

Ia juga membagikan pesan penting kepada atlet-atlet muda lainnya yang sedang berjuang meraih prestasi.

“Giatlah berlatih dan konsisten karena dengan begitu prestasi akan mengikuti. Yakin sama diri sendiri, ikuti terus program pelatihan dan masukan pelatih adalah kunci mengatasi tantangan,” ujar Putra.

Biodata Singkat Putra Tri Ramadani

Nama Lengkap: Putra Tri Ramadani

Nama Panggilan / Akun IG: @srondeng_26

Asal Daerah: Kota Kediri, Jawa Timur

Status Pendidikan Saat Ini: Mahasiswa Program Studi Manajemen, Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB), Universitas Muhammadiyah Surabaya (UM Surabaya)

Riwayat Pendidikan Sekolah:

SDN Sukorame 1 Kota Kediri

SMAN Olahraga (SMANOR) Sidoarjo

Pekerjaan Orang Tua:Ibu: Penjual Sayur

Ayah: Pegawai Toko Bahan Bangunan / Material

Afiliasi Klub/Latihan Awal: FPTI Kota Kediri

Prestasi Terbaru: Medali Emas Kategori Lead Putra - World Climbing Series 2026 di Praha, Ceko (Mencatat sejarah sebagai atlet Indonesia pertama yang meraih emas nomor lead di ajang tersebut).

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.