TRIBUN-SULBAR.COM, POLMAN-Harapan masyarakat Desa Pasiang, Kecamatan Matakali, Kabupaten Polewali Mandar (Polman), Sulawesi Barat (Sulbar) untuk memiliki akses penghubung yang lebih aman dan layak mulai terwujud, Jumat (12/6/2025).
Personel TNI bersama warga setempat memulai pengerjaan Jembatan Garuda jenis Armco di Sungai Salupaka.
Jembatan sepanjang 20 meter ini menjadi salah satu akses vital digunakan warga untuk aktivitas sehari-hari.
Baca juga: Cuaca Sulbar Hari Ini 12 Juni 2026: Mamuju, Pasangkayu dan Mamuju Tengah Berpotensi Diguyur Hujan
Baca juga: Polresta Mamuju Segera Umumkan Tersangka Tambang Emas Ilegal di Kalumpang dan Bonehau
Mulai dari mengangkut hasil pertanian hingga jalur utama anak-anak menuju sekolah.
Di lokasi pembangunan, alat berat mulai menggali persiapan pondasi yang akan menjadi struktur utama jembatan.
Sementara warga tampak antusias membantu proses pengerjaan dengan skema karya bakti dan gotong royong.
Kepala Desa Pasiang, Muhammad Amin, menyebut keberadaan jembatan ini sangat dinantikan masyarakat.
Sebab Selama ini warga, termasuk para pelajar, harus melintasi jalur yang kurang memadai untuk menuju sekolah maupun membawa hasil kebun dan pertanian ke pusat perekonomian.
"Kami sangat bersyukur dan berterima kasih kepada TNI, jembatan ini merupakan kebutuhan masyarakat sejak lama karena menjadi akses utama warga untuk kegiatan ekonomi, pendidikan, dan aktivitas sehari-hari," ujar Muhammad Amin.
Dia menyampaikan selama ini warganya selalu kesulitan untuk melintasi aliran Sungai Salupaka.
Utamanya anak sekolah yang tiap pagi pulang pergi sekolah harus melintasi aliran sungai.
Muhammad Amin menyebut pembangunan jembatan ini juga dapat memperlancar roda ekonomi masyarakat desa.
Sementara itu, Danramil 1402-02 Wonomulyo, Kapten Inf Subarkah, mengatakan jembatan ini sudah mulai dikerjakan.
Dia menyebut program pembangunan Jembatan Garuda merupakan bagian dari upaya membuka keterisolasian wilayah.
Serta mempercepat akses layanan dasar masyarakat di berbagai daerah, mobilitas orang dan barang dapat berlangsung lebih aman, cepat, dan efisien.
“Pembangunan jembatan ini bertujuan meningkatkan konektivitas masyarakat di wilayah pedesaan,” kata Kapten Inf Subarkah.
Dia menyampaikan saat ini pengerjaan telah memasuki tahap penggalian menggunakan alat berat.
Selanjutnya akan dilakukan pembangunan pondasi sebagai struktur utama jembatan.
“Kami mengerjakannya bersama masyarakat secara gotong royong agar proses pembangunan berjalan lebih cepat dan hasilnya dapat segera dimanfaatkan warga," lanjutnya.
Menurut dia, pembangunan infrastruktur tidak hanya berorientasi pada hasil fisik berupa jembatan.
Tetapi juga menjadi sarana memperkuat hubungan antara TNI dan masyarakat.(*)
Laporan Wartawan Tribun-Sulbar.com, Fahrun Ramli