TRIBUNBANYUMAS.COM, WONOSOBO - Ribuan pelaku usaha di Kabupaten Wonosobo akan didata dalam Sensus Ekonomi 2026 (SE2026) yang dimulai pada 15 Juni mendatang.
Pendataan ini diharapkan mampu memotret perkembangan usaha masyarakat, termasuk aktivitas ekonomi digital dan berbagai profesi baru yang tumbuh pesat dalam beberapa tahun terakhir.
Pemerintah Kabupaten Wonosobo menyatakan dukungan penuh terhadap pelaksanaan sensus yang digelar Badan Pusat Statistik (BPS) tersebut.
Komitmen itu ditegaskan dalam kegiatan Pencanangan (Kick Off) Sensus Ekonomi 2026 Kabupaten Wonosobo di Ballroom Front One Harvest Hotel Wonosobo, Kamis (11/6/2026).
Mewakili Bupati Wonosobo, Staf Ahli Bupati Bidang Pemerintahan, Hukum, dan Politik, Yusuf Hariyanto, menyampaikan bahwa data yang akurat merupakan fondasi utama dalam penyusunan kebijakan pembangunan yang mampu menjawab kebutuhan masyarakat secara tepat.
“Data yang baik akan menghasilkan kebijakan yang baik. Ketika kondisi masyarakat dan dunia usaha tergambar secara utuh, pemerintah dapat menyusun program yang lebih tepat sasaran, baik dalam bidang ekonomi, ketenagakerjaan, pemberdayaan usaha, maupun pelayanan publik lainnya,” ujarnya saat membuka acara.
Menurut Yusuf, keberhasilan sensus sangat bergantung pada dukungan seluruh pihak, termasuk masyarakat dan pelaku usaha.
Karena itu, pemerintah daerah siap berkolaborasi dalam setiap tahapan pelaksanaan sensus agar tidak ada pelaku usaha maupun aktivitas ekonomi yang terlewat dari pendataan.
Ia juga meminta seluruh perangkat daerah terkait berperan aktif menyosialisasikan pelaksanaan SE2026 kepada masyarakat.
Sosialisasi yang baik diharapkan dapat mendorong masyarakat menerima petugas sensus secara terbuka dan memberikan data yang benar serta lengkap.
“Partisipasi masyarakat dan pelaku usaha, baik besar maupun kecil, sangat menentukan keberhasilan sensus ini.
Data yang diberikan akan menjadi dasar penyusunan berbagai kebijakan pembangunan dan pengembangan ekonomi di masa mendatang,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala BPS Kabupaten Wonosobo, Aluisius Abrianta, menjelaskan bahwa pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 menjadi penting karena dalam satu dekade terakhir terjadi berbagai perubahan signifikan pada aktivitas ekonomi masyarakat.
Perubahan tersebut antara lain pergeseran pola konsumsi, dampak pandemi Covid-19, hingga berkembangnya ekonomi digital.
Menurutnya, banyak aktivitas ekonomi baru yang tumbuh di tengah masyarakat dan belum pernah dipotret secara khusus melalui sensus ekonomi sebelumnya.
“Banyak aktivitas ekonomi baru yang tumbuh di tengah masyarakat.
Mulai dari transaksi digital, usaha berbasis platform, hingga profesi-profesi baru seperti content creator.
Seluruh perubahan ini perlu dipetakan agar menjadi dasar penyusunan kebijakan pembangunan ekonomi ke depan,” jelas Aluisius.
Ia menambahkan, selain mendata sektor usaha konvensional, SE2026 juga akan mengumpulkan informasi mengenai ekonomi digital, ekonomi kreatif, dan ekonomi lingkungan.
Data yang dihasilkan nantinya diharapkan mampu memberikan gambaran yang lebih komprehensif mengenai arah perkembangan ekonomi, baik di Kabupaten Wonosobo maupun secara nasional.
Berbagai persiapan pelaksanaan sensus telah dilakukan sejak April hingga Mei 2026 melalui kegiatan sosialisasi kepada berbagai pemangku kepentingan dan masyarakat.
Sebanyak 1.074 petugas akan diterjunkan ke seluruh wilayah Kabupaten Wonosobo untuk melaksanakan pendataan, terdiri atas 946 petugas pendataan dan 128 petugas pemeriksaan.
Pendataan akan berlangsung secara door to door mulai 15 Juni hingga 31 Agustus 2026 dengan memanfaatkan teknologi digital melalui perangkat telepon genggam dan sistem berbasis web.
Objek pendataan mencakup unit usaha, perusahaan besar, usaha mikro dan kecil, serta berbagai kegiatan ekonomi lainnya yang berada di wilayah Kabupaten Wonosobo.
Diketahui, Sensus Ekonomi diselenggarakan setiap sepuluh tahun sekali ini diharapkan dapat menghasilkan data yang akurat, lengkap, dan berkualitas sebagai dasar perumusan kebijakan pembangunan serta pengembangan ekonomi yang lebih tepat sasaran di masa mendatang. (ima)