Ilmuwan Ungkap Menu Makan Orang-orang Ribuan Tahun Lalu, Konsumsi Gandum?
GH News June 12, 2026 01:09 PM
Jakarta -

Jika saat ini, mayoritas orang di dunia mengonsumsi karbohidrat nasi, kentang, hingga jagung, bagaimana dengan orang-orang ribuan tahun lalu? Para ilmuwan baru-baru ini berhasil menjawabnya.

Dalam penelitian yang dipimpin oleh Matteo Giaccari dari Sapienza University of Rome, para ilmuwan merekonstruksi pola makan masyarakat Mesopotamia kuno dengan menganalisis enamel gigi yang masih tersisa hingga kini. Mereka meneliti penduduk kota Sumeria kuno Abu Tbeirah di Irak selatan sekitar 4.500 tahun lalu.

Ilmuwan menganalisis enamel gigi karena lebih tahan lama dibandingkan dengan kolagen tulang, yang sulit bertahan di kondisi gurun yang panas dan asin.

Enamel Gigi Ungkap Pola Makan Ribuan Tahun Lalu

Para peneliti menggunakan isotop seng dalam enamel gigi untuk mengetahui jenis makanan yang dikonsumsi. Isotop ini berubah tergantung pada makanan yang dimakan, sehingga dapat menunjukkan apakah seseorang lebih banyak mengonsumsi tumbuhan atau daging.

"Analisis isotop seng pada enamel gigi menyediakan alternatif yang layak untuk merekonstruksi pola makan di Mesopotamia selatan, di mana pelestarian kolagen buruk," tulis para peneliti dalam studi, dikutip dari Phys.org.

Para ilmuwan juga menjelaskan bahwa kandungan seng dalam gigi berubah sesuai dengan makanan yang dikonsumsi. Tanaman menyerap seng dari tanah, lalu hewan yang memakan tanaman akan membawa jejak kimia yang berbeda.

Dengan mengukur perubahan tersebut pada gigi manusia, peneliti dapat memperkirakan pola makan masyarakat kuno. Selain isotop seng, tim juga menganalisis isotop karbon dan oksigen, serta unsur jejak seperti barium dan stronsium untuk mendapatkan gambaran yang lebih lengkap.

Menu Makanan Harian Didominasi Gandum dan Daging Babi

Hasil penelitian menunjukkan bahwa makanan utama masyarakat Mesopotamia kuno ternyata didominasi oleh serealia seperti gandum dan jelai. Sementara itu, sumber protein hewani utama diperkirakan berasal dari daging babi.

Temuan ini cukup mengejutkan karena catatan sejarah pada tablet tanah liat dari masa tersebut sering menyebut ikan dan bir sebagai makanan utama. Namun, para peneliti menemukan bahwa catatan mengenai menu ikan, kemungkinan lebih mencerminkan konsumsi kalangan elit.

Menariknya, meskipun wilayah Abu Tbeirah berada sekitar 30 kilometer dari garis pantai kuno, hampir tidak ditemukan bukti bahwa masyarakat setempat mengonsumsi ikan secara rutin.

Temuan ini menunjukkan bahwa analisis enamel gigi dapat membuka jendela baru untuk memahami kehidupan masyarakat kuno, termasuk kebiasaan makan yang selama ini tidak tercatat dalam sejarah.

Hasil studi tulisan ini telah dipublikasikan di Proceedings of the National Academy of Sciences dengan judul "" pada 9 Maret 2026.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.