Laporan Wartawan TribunSolo.com, Ibnu Dwi Tamtomo
TRIBUNSOLO.COM, KLATEN – Ribuan kilogram ikan nila hitam asal Ponggok diproses melalui tahapan ketat di UD Putra Papua, Desa Ceporan, Kecamatan Gantiwarno, sebelum dikirim menggunakan kontainer pendingin menuju Papua.
Di dalam ruang produksi, pekerja mengenakan apron, sarung tangan, hingga pelindung kepala.
Ikan yang baru datang tampak dipilah, dibersihkan, dicuci, kemudian dikemas sesuai ukuran sebelum masuk ke ruang pembekuan.
Alur produksi yang terpampang di dinding menunjukkan setiap tahap dilakukan berurutan, mulai dari penerimaan ikan, pencucian, pengemasan, pembekuan hingga penyimpanan di cold storage.
Pemilik UD Putra Papua Yustina Kusmanti (53) menjelaskan ikan dari Ponggok dikirim dalam kondisi hidup menggunakan bantuan oksigen.
"Dari ikan datang hidup, ikan hidup pengiriman dari Ponggok ke sini dibantu dengan oksigen," katanya.
Baca juga: Ikan Nila Hitam Asal Ponggok Klaten Berjaya di Papua, Pemilik UD Putra Papua Ungkap Alasann
Setelah tiba di lokasi, ikan langsung diproses.
"Langsung kita proses penghilangan sisik, penghilangan jeroan kemudian dicuci. Dicuci sampai 5 ember baru masuk ke packing," ujarnya.
Pada tahap pengemasan, ikan dipilah berdasarkan ukuran.
Ada kemasan satu kilogram berisi dua ekor dan satu kilogram berisi tiga ekor.
Setelah dikemas, ikan dimasukkan ke freezer selama satu malam.
Keesokan harinya ikan dipindahkan ke karung dengan kapasitas sekitar 35 kilogram per karung sebelum masuk cold storage.
"10 hari ke depan baru kita datangkan kontainer ke sini," jelasnya.
Dari ruang penyimpanan dingin, tumpukan karung berisi ikan beku terlihat tersusun rapi di atas pallet plastik.
Seluruh produk kemudian dikirim ke Papua menggunakan kontainer pendingin.
Menurut Yustina, seluruh proses tersebut dilakukan untuk menjaga mutu ikan hingga sampai ke tangan konsumen.
Baca juga: Kisah Sukses UD Putra Papua di Klaten, Nila Hitam Ponggok Tembus Pasar Papua Hingga 15 Ton
(*)