Polisi Tutup Jalan ke Bundaran HI, 700 Mahasiswa UI Tertahan di Semanggi
Hironimus Rama June 12, 2026 02:31 PM

Laporan Yolanda Putri Dewanti

TRIBUNNEWSDEPOK.COM, JAKARTA -- Sekitar 700 mahasiswa Universitas Indonesia (UI) yang tergabung dalam aksi bertajuk #MenujuIndonesiaBangkrut mengaku terhambat saat hendak menuju Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta Pusat, Jumat (12/6/2026).

Massa yang berangkat dari Kampus UI Depok menggunakan sekitar 14 bus itu mengaku tidak dapat melintasi kawasan Semanggi menuju Jalan Jenderal Sudirman karena akses jalan ditutup aparat kepolisian.

Ketua BEM Fakultas Hukum UI, Anandaku Dimas Rumi Chattaristo, mengatakan rombongan mahasiswa sempat berhenti di depan TVRI untuk melaksanakan salat Jumat setelah tertahan di kawasan Semanggi.

Baca juga: Bawa 5 Tuntutan, Ribuan Massa BEM UI Bergerak Menuju Bundaran HI Jakarta 

"Kami sekarang lagi salat Jumat di depan TVRI. Karena tadi kita mau lewat Semanggi tapi dihalangi dan disuruh pindah ke DPR/MPR," kata Anandaku saat dikonfirmasi, Jumat (12/6/2026).

Ia menjelaskan, rombongan mahasiswa berangkat dari Depok melalui Lenteng Agung menuju Pancoran. Namun saat tiba di sekitar Polda Metro Jaya dan Semanggi, akses menuju Jalan Jenderal Sudirman ditutup.

Menurut Anandaku, pihak kepolisian tidak memberikan penjelasan mengenai alasan penutupan jalan tersebut.

"Polisi sama sekali nggak memberikan alasan. Mereka cuma ketawa-ketawa doang pada saat kita minta dibukakan jalan," katanya.

Ia mengungkapkan, situasi sempat memanas ketika mahasiswa meminta akses menuju Bundaran HI dibuka. Bahkan, sempat terjadi aksi saling dorong antara massa dan aparat.

"Kami sempat minta dibukain jalannya, tapi dari polisi sama sekali nggak mau memberikan jalan dan bahkan sempat terjadi dorong-dorongan juga," ujarnya.

Anandaku menuturkan, seluruh simpul Semanggi ditutup menggunakan barrier, water barrier, serta kendaraan taktis milik kepolisian.

Meski demikian, BEM UI menegaskan tidak akan memindahkan lokasi aksi yang telah ditetapkan di Bundaran HI.

"Dari kami sendiri, sejauh ini sepakat bahwa kami tidak akan memindahkan titik aksi, karena pemilihan titik aksi di Bundaran HI sudah didasarkan pada kekecewaan kami kepada DPR dan Presiden yang pada dasarnya sudah tidak pernah peduli pada rakyat sendiri," katanya.

Ia memastikan massa mahasiswa akan terus berupaya menuju Bundaran HI dan berharap aparat kepolisian membuka akses jalan bagi peserta aksi.

"Kami pasti akan terus berusaha untuk menuju ke Bundaran HI dan kami harap juga polisi berkenan untuk membukakan jalannya dan tidak mengganggu hak konstitusional kami dalam menyampaikan pendapat," ujar Anandaku.(m27)

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.