Harga Pertamax Naik Jadi Rp16.250/Liter, BBM Subsidi Pertalite di SPBU Krenceng Kota Cilegon Kosong
Vega Dhini June 12, 2026 02:07 PM

Laporan TribunBanten.com, Ahmad Haris 

TRIBUNBANTEN.COM, CILEGON — Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) non-subsidi kembali menjadi sorotan masyarakat.  

Di tengah melonjaknya harga Pertamax yang kini mencapai Rp16.250 per liter, warga Kota Cilegon justru dihadapkan pada kelangkaan BBM subsidi jenis Pertalite di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU). 

Pantauan TribunBanten.com di SPBU Krenceng, Kecamatan Citangkil, Kota Cilegon, Jumat (12/6/2026) sekitar pukul 10.00 WIB, menunjukkan jalur pengisian Pertalite tampak lengang tanpa antrean kendaraan.

Kondisi tersebut bukan karena minimnya peminat, melainkan lantaran stok Pertalite dilaporkan habis. 

Sejumlah pengendara sepeda motor yang datang untuk mengisi BBM subsidi terpaksa memutar balik setelah mengetahui pasokan Pertalite kosong.  

Sebagian memilih mengisi BBM non-subsidi Pertamax meski harganya jauh lebih tinggi, sementara lainnya mencari SPBU lain yang masih memiliki stok Pertalite. 

Situasi ini menimbulkan keluhan dari masyarakat yang mengandalkan Pertalite sebagai bahan bakar utama kendaraan mereka untuk aktivitas sehari-hari. 

Salah seorang warga Citangkil, Ahmad Hujaimi (25), mengaku harus berkeliling mencari SPBU lain setelah mendapati Pertalite tidak tersedia di SPBU yang biasa ia datangi. 

"Biasanya saya isi BBM di SPBU Krenceng karena paling dekat dari rumah. Pas datang ternyata Pertalite kosong, jadi saya terpaksa cari ke SPBU lain," ujar Ahmad Hujaimi kepada TribunBanten.com. 

Menurutnya, kondisi tersebut cukup merepotkan karena harus menempuh jarak lebih jauh hanya untuk mendapatkan BBM subsidi. 

Beruntung, setelah berkeliling, Ahmad Hujaimi masih menemukan Pertalite tersedia di SPBU kawasan Cilegon Center Mall (CCM). 

"Alhamdulillah masih ada di SPBU CCM. Kalau tidak ada juga, mungkin terpaksa isi Pertamax," katanya. 

Ia mengaku keberatan jika harus beralih ke Pertamax secara rutin.  

Dengan harga yang kini mencapai Rp16.250 per liter, biaya operasional kendaraan dinilai semakin membebani pengeluaran masyarakat. 

"Soalnya Pertamax mahal. Kalau setiap hari harus pakai Pertamax, tentu pengeluaran bertambah," ucapnya. 

Warga Khawatir Kelangkaan Berlanjut 

Kosongnya stok Pertalite di salah satu SPBU kawasan Citangkil memunculkan kekhawatiran masyarakat terkait ketersediaan BBM subsidi dalam beberapa hari ke depan. 

Bagi warga yang mengandalkan kendaraan pribadi untuk bekerja, kelangkaan Pertalite berpotensi meningkatkan beban biaya transportasi.  

Terlebih, selisih harga antara Pertalite dan Pertamax cukup signifikan sehingga tidak semua pengguna kendaraan mampu beralih ke BBM non-subsidi. 

Sementara itu, pengisian BBM non-subsidi seperti Pertamax tetap berjalan normal.  

Kendaraan roda dua maupun roda empat tampak silih berganti memasuki area dispenser Pertamax. 

Kondisi ini terjadi di tengah perhatian publik terhadap tren kenaikan harga BBM non-subsidi yang dinilai semakin menekan daya beli masyarakat.  

Banyak pengguna kendaraan berharap distribusi Pertalite dapat segera kembali normal sehingga tidak perlu mengeluarkan biaya lebih besar untuk kebutuhan transportasi harian.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.