Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Rahmat Hidayat
TRIBUNNEWSBOGOR.COM, BOGOR TENGAH - Himpunan Mahasiswa Islam ( HMI) Kota Bogor angkat suara terkait kenaikan harga BBM Non Subsidi jenis Pertamax yang kini menjadi 16.250 per liter.
Ketua HMI Kota Bogor Moeltazam mengatakan, kenaikan ini sangat memprihatinkan di tengah kondisi ekonomi saat ini.
Kenaikan harga bisa berdampak kepada hal lain salah satunya tingginya biaya logistik sehingga harga pangan melambung tinggi.
"Ditengah carut marut ekonomi nasional dan pelemahan nilai tukar rupiah pemerintah malah menaikan harga BBM. Prihatin dan dikhawatirkan kenaikan harga BBM non-subsidi memicu efek berantai," kata Moeltazam kepada TribunnewsBogor.com, Jumat (12/6/2026).
Pemerintah harus segera mengambil langkah terkait kenaikan harga BBM.
"Tapi masyarakat tidak perlu panik. Mudah-mudahan tidak ada damplak inflasi," ucapnya.
Baca juga: Lokasi Demo Hari Ini Jumat 12 Juni 2026 Tuntut Harga BBM Turun, Aksi Indonesia Bangkrut, UNJ Melawan
Selain menyoroti kenaikan BBM, HMI Kota Bogor juga menyoroti kasus Korupsi di Badan Gizi Nasional (BGN).
HMI mendorong aparat penegak hukum untuk mengusut tuntas sampai ke akar akarnya tanpa pandang bulu.
"HMI mendesak pengusutan tuntas seluruh dugaan korupsi tanpa pandang bulu serta menuntut pemerintah segera mengevaluasi kebijakan yang menyengsarakan rakyat," ujarnya.
Jika kondisi ini dibiarkan, maka kepercayaan publik terhadap pemerintah akan semakin tergerus.
"Pemerintah harus ambil langkah kongkret untuk mengatasinya," tandasnya.