Nisya Ahmad Soroti Stunting dan Kesehatan Ibu di Cimenyan, Kader Posyandu Keluhkan Minimnya Insentif
bisnistribunjabar June 12, 2026 02:11 PM

TRIBUNJABAR.ID, Kabupaten Bandung– Anggota DPRD Jawa Barat Komisi V, Nisya Ahmad, menegaskan pentingnya penguatan program pencegahan stunting dan peningkatan kesehatan ibu dalam kegiatan Pengawasan Penyelenggaraan Pemerintahan di Kecamatan Cimenyan, Kabupaten Bandung. Dalam forum tersebut, isu kesehatan masyarakat turut diiringi dengan aspirasi dari kader Posyandu yang mengeluhkan masih minimnya insentif yang mereka terima.

2Nsimzxc
Menurut Nisya Ahmad, penanganan stunting harus dimulai sejak masa kehamilan melalui pemenuhan gizi, pemeriksaan kesehatan ibu secara berkala, serta edukasi kepada keluarga. Ia menilai keberhasilan menciptakan generasi yang sehat tidak dapat dilepaskan dari kualitas pelayanan kesehatan di tingkat paling dekat dengan masyarakat.

Menurut Nisya Ahmad, penanganan stunting harus dimulai sejak masa kehamilan melalui pemenuhan gizi, pemeriksaan kesehatan ibu secara berkala, serta edukasi kepada keluarga. Ia menilai keberhasilan menciptakan generasi yang sehat tidak dapat dilepaskan dari kualitas pelayanan kesehatan di tingkat paling dekat dengan masyarakat.

“Stunting bukan hanya persoalan tinggi badan anak, tetapi menyangkut kualitas sumber daya manusia di masa depan. Karena itu, kesehatan ibu dan anak harus menjadi perhatian utama dalam setiap kebijakan pembangunan,” ujarnya.

Dalam sesi dialog, sejumlah kader Posyandu tingkat RW menyampaikan bahwa mereka selama ini menjadi ujung tombak pelayanan kesehatan masyarakat, mulai dari pendataan ibu hamil, pemantauan tumbuh kembang balita, edukasi gizi, hingga pelaksanaan kegiatan Posyandu. Namun, dedikasi tersebut dinilai belum diimbangi dengan insentif yang memadai.

Para kader berharap pemerintah dapat memberikan perhatian lebih terhadap kesejahteraan mereka. Sebab, tugas yang dijalankan tidak hanya membutuhkan waktu dan tenaga, tetapi juga tanggung jawab besar dalam mendukung keberhasilan program kesehatan, termasuk percepatan penurunan angka stunting.

Menanggapi aspirasi tersebut, Nisya Ahmad menyatakan bahwa kader Posyandu merupakan *garda terdepan* pelayanan kesehatan berbasis masyarakat. Peran mereka sangat strategis karena menjadi penghubung antara pemerintah dengan warga dalam berbagai program kesehatan.

“Keberhasilan penurunan stunting tidak mungkin tercapai tanpa kerja keras para kader Posyandu. Mereka hadir langsung di tengah masyarakat, melakukan pendampingan, edukasi, dan pemantauan secara berkelanjutan. Sudah semestinya perhatian terhadap kesejahteraan mereka menjadi bagian dari upaya memperkuat sistem pelayanan kesehatan,” tegasnya.

Sebagai bagian dari fungsi pengawasan DPRD, Nisya menyampaikan bahwa berbagai aspirasi yang diterima akan menjadi bahan evaluasi dan pembahasan bersama pemerintah daerah agar kebijakan yang diambil tidak hanya berorientasi pada target program, tetapi juga memperhatikan para pelaksana di lapangan.

Ia berharap sinergi antara pemerintah, tenaga kesehatan, kader Posyandu, dan masyarakat terus diperkuat sehingga upaya pencegahan stunting serta peningkatan kesehatan ibu dan anak dapat berjalan lebih efektif dan berkelanjutan. Menurutnya, investasi terbaik bagi daerah adalah memastikan setiap anak mendapatkan awal kehidupan yang sehat melalui pelayanan kesehatan yang kuat dan didukung oleh kader-kader yang sejahtera.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.